MARKET NEWS

KB Bukopin (BBKP) Masuki Fase Pertumbuhan Baru, Begini Proyeksi Analis

Desi Angriani 29/11/2025 15:00 WIB

PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) meninggalkan fase pemulihan dan mulai memasuki periode pertumbuhan yang lebih disiplin dan scalable.

KB Bukopin (BBKP) Masuki Fase Pertumbuhan Baru, Begini Proyeksi Analis (Foto: dok BBKP)

IDXChannel - PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) meninggalkan fase pemulihan dan mulai memasuki periode pertumbuhan yang lebih disiplin dan scalable. 

Setelah melalui masa penyehatan yang cukup panjang, BBKP dinilai menunjukkan percepatan ekspansi yang didukung pengawasan ketat dari KB Financial Group, selaku pemegang saham pengendali.

Samuel Sekuritas dalam risetnya, menyebut transformasi KB Bank bergerak ke arah yang lebih solid. Pada beberapa kuartal terakhir, perseroan mencatat peningkatan penyaluran kredit yang kuat pada segmen wholesale maupun ritel, sekaligus menjaga kualitas portofolio tetap sehat. 

Peluncuran platform digital seperti Next Generation Banking System (NGBS) dan aplikasi KBstar ikut memperluas jangkauan BBKP di segmen konsumen dan UMKM. Inovasi digital ini turut menjadi motor pertumbuhan dana murah, dengan CASA tumbuh 39,1 persen YoY hingga kuartal III-2025.

Kemitraan strategis dengan sejumlah konglomerasi juga mulai membuahkan hasil, khususnya dalam pembiayaan rantai pasok (supply chain financing) dan pendanaan dealer. 

Sinergi tersebut akan memperkuat fondasi bisnis BBKP untuk mengarah pada model usaha yang lebih tahan banting dan berkelanjutan. Dari sisi operasional, efisiensi dan penguatan manajemen risiko mulai tercermin dalam kenaikan margin serta perbaikan kualitas aset.

Target ambisius 2025-2026

Manajemen BBKP menargetkan, pertumbuhan kredit dua digit pada 2025, yang akan disokong baik oleh segmen korporasi maupun UMKM. Difokuskan juga penurunan gross NPL menjadi di bawah 7 persen pada 2026, dari posisi 10,9 persen pada sembilan bulan pertama 2025, seiring perbaikan kualitas aset dan penyelesaian kredit bermasalah warisan lama.

Dari sisi pendanaan, perseroan menargetkan rasio CASA naik melampaui 30 persen pada 2026 didorong peningkatan layanan digital dan integrasi ekosistem yang lebih dalam. 

Pemulihan margin juga berada di jalur positif, dengan net interest margin (NIM) diproyeksikan menembus level 3 persen pada 2026, seiring pergeseran portofolio ke segmen berimbal hasil lebih tinggi, penerapan pricing berbasis risiko, serta penurunan biaya dana.

Analis Samuel Sekuritas Prasetya Gunadi memperkirakan, kondisi makro yang lebih mendukung pada 2026 akan menjadi katalis penting bagi kinerja BBKP. 

Laba bersih diproyeksi dapat melesat 154 persen YoY pada 2026, ditopang pemulihan NIM dan normalisasi kualitas aset yang berkelanjutan.

Melihat perkembangan pemulihan yang semakin nyata, Prasetya memberi rekomendasi SPEC-BUY untuk saham BBKP dengan target harga Rp100 per saham. 

"Target tersebut mengimplikasikan valuasi 2,5 kali PBV dan potensi kenaikan 42,9 persen dari harga saat ini," tulis Prasetya dalam risetnya Selasa (25/11/2025) 

Menurut riset tersebut, potensi re-rating valuasi cukup besar seiring perbaikan margin, kualitas aset yang lebih sehat, peningkatan CASA berbasis digital, serta penguatan kinerja inti. 

Meski begitu, perseroan masih menghadapi beberapa risiko, termasuk kecepatan penyelesaian kredit bermasalah warisan, volatilitas biaya dana, serta ketidakpastian makro.

(DESI ANGRIANI)

SHARE