AALI
9425
ABBA
288
ABDA
6050
ABMM
2450
ACES
730
ACST
194
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
805
ADMF
8175
ADMG
175
ADRO
3160
AGAR
318
AGII
2200
AGRO
815
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
262
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1540
AKRA
1185
AKSI
270
ALDO
755
ALKA
300
ALMI
296
ALTO
191
Market Watch
Last updated : 2022/08/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.36
-0.62%
-3.33
IHSG
7093.28
-0.51%
-36.00
LQ45
1005.79
-0.62%
-6.25
HSI
20040.86
-0.67%
-134.76
N225
28871.78
1.14%
+324.80
NYSE
15804.38
1.29%
+201.48
Kurs
HKD/IDR 185
USD/IDR 14,685
Emas
843,806 / gram

Kualitas Kredit Membaik di 3,24 Persen Buat Perbankan Optimis

BANKING
Yulistyo Pratomo
Kamis, 04 Agustus 2022 14:36 WIB
Membaiknya kualitas kredit membuat sektor perbankan Indonesia optimis, meski perekonomian global masih dalam kondisi tak menentu.
Kualitas Kredit Membaik di 3,24 Persen Buat Perbankan Optimis. (Foto: MNC Media)
Kualitas Kredit Membaik di 3,24 Persen Buat Perbankan Optimis. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Membaiknya kualitas kredit membuat sektor perbankan Indonesia optimis, meski perekonomian global masih dalam kondisi tak menentu.

Pernyataan tersebut ditunjukkan dari rasio kredit bermasalah yang dinilai mengecil di penghujung tahun, menjadi penanda kesehatan bank di Indonesia. 

“NPL Net perbankan tercatat sebesar 0,80% dan NPL Gross di level 2,86% di paruh pertama 2022. Industri perbankan mencatatkan peningkatan rasio kepemilikan modal minimum atau capital adequacy ratio menjadi sebesar 24,69%,” ungkap Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, dalam program Power Breakfast IDX Channel pada Kamis (4/8/2022) ini.

Diketahui, perbankan telah menyalurkan pertumbuhan kredit hingga sebesar 10,66% sampai Juni 2022 ini. Dengan begitu, menurut Siregar profil resiko lembaga jasa keuangan pada Juni 2022 juga terjaga.

Setidaknya, terdapat peningkatan rasio kepemilikian modal (capital adequacy ratio) sebesar 24,69% sebagaimana yang tercatat oleh industri perbankan Indonesia. 

Sementara itu, NPL Gross juga meningkat ke level 3,24%, dari pada di bulan Desember 2021 lalu yang masih berada di lever 3%. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam hal ini akan melakukan koordinasi dengan seluruh stakeholder untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, terutama dalam mengantisipasi peningkatan resiko eksternal. (TYO/RIBKA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD