AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

OJK Ungkap Restrukturisasi Kredit Turun jadi Rp744,75 Triliun

BANKING
Advenia Elisabeth/MPI
Jum'at, 15 Oktober 2021 07:28 WIB
OJK mengumumkan laju restrukturisasi kredit terus melandai dimana outstanding restrukturisasi kredit saat ini tercatat Rp 744,75 triliun.
OJK Ungkap Restrukturisasi Kredit Turun jadi Rp744,75 Triliun(Dok.MNC Media)
OJK Ungkap Restrukturisasi Kredit Turun jadi Rp744,75 Triliun(Dok.MNC Media)

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan bahwa laju restrukturisasi kredit terus mengalami penurunan. Adapun hal tersebut tercermin dari nilai outstanding restrukturisasi kredit saat ini sebesar Rp 744,75 triliun. Penyaluran tersebut mengalami penurunan dibandingkan dengan posisi akhir Maret 2021 yang sebesar Rp 808,75 triliun.

"Trennya terus melandai dan bahkan kita harapkan angka terakhir sudah lebih rendah dari itu. Saya dapat kabar angka terakhir sudah mencapai Rp 720 triliun," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Jumat (15/10/2021).

Lanjutnya, faktor lain juga dapat dilihat dari indikator ekonomi nasional seperti pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) di kuartal II yang tumbuh 7,07 persen. Diperkirakan angka ini akan terus berlanjut sampai tahun depan seiring keberhasilan penanganan Covid-19 di Indonesia.

Ia pun menyampaikan, dalam mengantisipasi kebijakan kontra siklus terhadap pandemi, OJK melakukan kebijakan restruktrusasi kredit terhadap sektor usaha yang terdampak pandemi. Seperti diketahui bersama kebijakan restrukturisasi kredit ini diperpanjang OJK hingga 31 Maret 2023 mendatang.

Disamping itu Wimboh menuturkan, kondisi pandemi di Tanah Air perlahan menunjukkan adanya perbaikan. Kasus postif Covid-19 menunjukkan tren penurunan, seiring dengan percepatan vaksinasi yang terus digenjot pemerintah dan dikukung juga oleh pihak swasta. Sehingga dengan begitu herd immunity dapat cepat terwujud dan roda perekonomian dapat kembali normal.

"Kondisi negara yang perlahan pulih dari Covid-19 ini juga yang mendorong restrukturisasi mencatat tren penurunannya," jelasnya.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD