AALI
9725
ABBA
224
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1480
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1165
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1095
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
570
AHAP
71
AIMS
494
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3240
AKSI
785
ALDO
870
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
318
Market Watch
Last updated : 2021/05/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
468.07
-0.98%
-4.61
IHSG
5928.31
-0.7%
-41.93
LQ45
880.72
-0.93%
-8.22
HSI
28610.65
-0.09%
-26.81
N225
29357.82
0.09%
+26.45
NYSE
0.00
-100%
-16348.41
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,290
Emas
835,733 / gram

Begini Cara Nabi Muhammad SAW Tetapkan Harga Barang yang Dijual

ECONOMIA
Rabu, 21 April 2021 15:08 WIB
Penetapan harga atau pricing adalah salah satu hal yang penting dalam kegiatan bisnis.
Begini Cara Nabi Muhammad SAW Tetapkan Harga Barang yang Dijual. (Foto: Tim Digital Marketing IDX Channel)

IDXChannel – Penetapan harga atau pricing adalah salah satu hal yang penting dalam kegiatan bisnis. Tidak hanya promosi dan mempertahankan kualitas produk, menentukan harga juga sangat berpengaruh terhadap laku atau tidaknya sebuah produk barang atau jasa.

Itu sebabnya, penentuan harga butuh strategi dan pertimbangan matang. Pengusaha tidak bisa asal menentukan harga bagi produknya, jika tidak disertai strategi yang benar, pengusaha bisa saja malah merugi mengingat saat ini persaingan bisnis semakin besar.

Dikutip dari buku Strategi Andal dan Jitu Praktik Bisnis Nabi Muhammad karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo, Senin (19/4/2021), harga dapat diartikan sebagai ekspresi dari sebuah nilai, di mana nilai tersebut menyangkut kegunaan dan kualitas produk.

Dalam menentukan harga yang harus diperhatikan adalah penentuan persaingan sebagai batas atas dan biaya (cost) sebagai batas bawah. Harga yang ditetapkan tidak boleh lebih tinggi dari harga yang ditawarkan oleh pesaing atau lebih rendah dari biaya yang dikeluarkan.

Penetapan harga pun harus fixed (tetap). Terlalu banyak diskon akan menciptakan image bahwa toko hanya menjual barang murah dan tidak berkualitas.

Mungkin pada awalnya akan dapat menarik pelanggan, namun lama kelamaan akan membuat bingung pelanggan itu sendiri. Apalagi bagi pelanggan yang memiliki kecenderungan value dan quality oriented.

Pada dasarnya, jangan sampai ikut terpancing dengan strategi pesaing yang bermain dengan harga, karena harga harus realistis. Perihal penetapan harga tersebut, Nabi Muhammad juga memiliki pandangan yang sama. Konsep persaingan yang sehat sudah ditekankan Nabi di abad tujuh masehi.

Nabi Muhammad bersabda, “Janganlah kamu menjual menyaingi penjualan saudaramu”. (HR. Bukhari, dari Abdullah bin Umar Ra.)

Perang harga tidak diperkenankan karena bisa jadi bumerang bagi penjual itu sendiri. Nabi Muhammad secara tidak langsung menyuruh untuk tidak bersaing di price, tapi bersaing dalam hal lain seperti kualitas (quality), layanan (delivery), dan nilai tambah (value added).

Nabi Muhammad menganjurkan pengusaha tidak boleh membingungkan konsumen. Beliau memerintahkan pengusaha untuk tegas dalam menentukan harga.

Seperti dalam sabdanya “Penjual harus tegas terhadap timbangan dan takaran” serta “Menukar emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, jelai dengan jelai, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam. Apabila barang yang ditukar berlainan jenis lakukanlah sesukamu asal tunai.”

Dalam berbisnis, harga harus sesuai dengan nilai barang. Hal ini pada akhirnya bisa menguntungkan pengusaha karena bisa mendapatkan kepercayaan konsumen.

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD