AALI
9875
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1470
ACES
1235
ACST
232
ACST-R
0
ADES
2880
ADHI
1015
ADMF
7700
ADMG
191
ADRO
1810
AGAR
340
AGII
1515
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
174
AHAP
67
AIMS
460
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
945
AKRA
4120
AKSI
420
ALDO
1060
ALKA
244
ALMI
240
ALTO
260
Market Watch
Last updated : 2021/12/02 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
504.25
1.21%
+6.05
IHSG
6542.74
0.54%
+35.06
LQ45
941.83
1.1%
+10.29
HSI
23713.36
0.23%
+54.44
N225
27750.67
-0.66%
-184.95
NYSE
16133.89
-1.13%
-185.08
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,350
Emas
821,360 / gram

Guru, Pedagang Pasar Sampai Lansia Mau Vaksin? Datang Langsung ke Faskes

ECONOMIA
Rabu, 17 Februari 2021 09:00 WIB
Kemenkes mempermudah proses administrasi pendaftaran vaksinasi covid-19.
Guru, Pedagang Pasar Sampai Lansia Mau Vaksin? Datang Langsung ke Faskes (FOTO: MNC Media)
Guru, Pedagang Pasar Sampai Lansia Mau Vaksin? Datang Langsung ke Faskes (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mempermudah proses administrasi pendaftaran vaksinasi covid-19. Bagi masyarakat yang bekerja di fasilitas publik dan lansia bisa langsung datang ke fasilitas kesehatan (Faskes) tanpa harus menunggu SMS konfirmasi pendaftaran lagi.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan masyarakat tidak perlu menunggu SMS pemberitahuan untuk proses registrasi. Masyarakat bisa langsung datang ke Fasilitas Kesehatan (Faskes) terdekat.

“Untuk tahapan registrasi nantinya tidak harus menunggu SMS atau pemberitahuan dari aplikasi, namun cukup datang ke fasilitas kesehatan (faskes) dan akan langsung terdaftar di sistem PCare yang sudah kami sediakan sebelumnya,” terangnya, Rabu (17/2/2021).

Program vaksinasi COVID-19 tahap kedua mulai berlangsung hari ini, 17 Februari dan diharapkan dapat selesai pada Mei 2021. Total sasaran vaksinasi tahap kedua mencapai 38,5 juta orang yang terdiri dari 16,9 juta pekerja publik dan 21,5 juta Lansia.

Pekerja publik terdiri dari Pendidik (guru & dosen), pedagang pasar, tokoh agama, wakil rakyat, pejabat negara, pegawai pemerintah, TNI, Polri, Satpol PP, pelayan publik (perangkat desa, BUMN, BUMD, pemadam kebakaran), transportasi publik, atlet, wartawan dan pelaku sektor pariwisata (staf hotel, restoran dan tempat wisata).

Nadia mengatakan ada beberapa cara untuk pemberian vaksinasi dalam tahap kedua ini. 

“Ada beberapa cara untuk pemberian vaksinasi tahap kedua ini nantinya, yaitu berbasis faskes, berbasis institusi, vaksinasi massal di tempat, dan vaksinasi massal bergerak, seperti vaksinasi bagi pedagang pasar yang akan dilakukan di pasar sehingga tidak lagi penerima vaksin harus datang ke faskes,” ujarnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD