AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Kabar Gembira, Jumlah Penghuni RS Darurat Covid-19 Berkurang Setengah Persen

ECONOMIA
Selasa, 16 Februari 2021 17:15 WIB
Tingkat ketersediaan kamar di RS Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet kini mulai bertambah.
Kabar Gembira, Jumlah Penghuni RS Darurat Covid-19 Berkurang Setengah Persen. (Foto: MNC Media)
Kabar Gembira, Jumlah Penghuni RS Darurat Covid-19 Berkurang Setengah Persen. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Tingkat ketersediaan kamar di RS Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet kini mulai bertambah. Seperti diungkapkan oleh Kepala Sekretariat RSDC, Kolonel Laut (K) dr RM Tjahja Nurrobi.

Dalam pernyataannya, Nurrobi mengatakan Bed Occupancy Ratio (BOR) atau tingkat keterisian rumah sakit di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet sudah kurang dari 50%. Penurunan pasien ini sudah terjadi sejak 24 Januari lalu.

“Jadi kalau di RSDC juga mengalami penurunan untuk kasus yang terkonfirmasi, dan sejak sebenarnya pada saat tanggal 24 Januari, itu sudah mulai menurun di RSDC,” katanya dalam Update RS Darurat Wisma Atlet: Dampak PPKM Terhadap Tingkat Hunian Rumah Sakit secara virtual, Selasa (16/2/2021).

Nurrobi mengatakan penurunan ini juga terjadi dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). “Ditambah lagi dengan adanya PPKM ini sudah mulai turun. Dan hari ini pun tingkat hunian BOR-nya itu sudah hampir-hampir 50%, itu yang untuk pasien-pasien yang bergejala,” tambah Nurrobi.

Artinya, kata Nurrobi, tingkat keterisian di RSDC sudah jauh dibawah batas yang ditetapkan oleh World Health Organization sebesar 60%. “Artinya ini sudah dibawah ambang batas BOR yang tetapkan oleh WHO yakni dibawah 60%,” tegasnya.  

Nurrobi pun menegaskan RSDC sudah 50%, namun belum bisa menjadi patokan bahwa telah terjadi penurunan kasus Covid-19. “Wisma Atlet ini sendiri sudah 50%. Namun ini belum bisa dipakai sebagai patokan karena kita di Wisma Atlet ini yang tadinya kita merawat pasien OTG, tanpa gejala plus yang bergejala, sekarang ini yang bergejala saja,” katanya.

Sementara itu, Nurrobi mengatakan jika dalam waktu dekat pasien OTG yang dirawat di Pademangan akan dipindah ke Wisma Atlet Kemayoran. “Nah, rencana kebijakan dari pimpinan dalam waktu dekat itu kita akan menerima lagi pasien-pasien yang tanpa gejala, karena sudah ada penurunan.”

“Ini jadi yang dari Pademangan yang sekarang merawat pasien OTG, nantinya akan dikembalikan lagi Wisma Atlet. Sehingga, Pademangan hanya untuk yang dari luar negeri atau repatriasi. Akan ada perubahan skema ya rencananya seperti itu ya,” jelas Nurrobi. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD