AALI
9900
ABBA
390
ABDA
0
ABMM
1470
ACES
1240
ACST
234
ACST-R
0
ADES
2890
ADHI
1035
ADMF
7725
ADMG
189
ADRO
1810
AGAR
340
AGII
1515
AGRO
2030
AGRO-R
0
AGRS
174
AHAP
67
AIMS
460
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
900
AKRA
4120
AKSI
420
ALDO
1065
ALKA
244
ALMI
234
ALTO
270
Market Watch
Last updated : 2021/12/02 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
503.74
1.11%
+5.53
IHSG
6536.85
0.45%
+29.17
LQ45
941.10
1.03%
+9.56
HSI
23713.36
0.23%
+54.44
N225
27750.67
-0.66%
-184.95
NYSE
16133.89
-1.13%
-185.08
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,350
Emas
821,360 / gram

Menteri Basuki Ungkap Masalah Klasik Penyebab Banjir di Indonesia

ECONOMIA
Kamis, 18 Februari 2021 12:35 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyebut bencana banjir yang selalu terjadi di setiap musim penghujan, menunjukkan banjir belum bisa ditangani secara tuntas.
Menteri Basuki Ungkap Masalah Klasik Penyebab Banjir di Indonesia (FOTO: MNC Media)
Menteri Basuki Ungkap Masalah Klasik Penyebab Banjir di Indonesia (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut bencana banjir yang selalu terjadi di setiap musim penghujan, menunjukkan bahwa banjir belum bisa ditangani secara tuntas.

Menurut dia, penyebab timbulnya banjir yang tersebar di banyak sektor masih belum sepenuhnya teridentifikasi, dan belum ditangani secara efektif. 

"Pendekatan yang dilakukan masih sektoral dan hanya menangani gejala yang muncul dalam sektor tertentu saja. Jadi terjadi ketidakselarasan di antara kegiatan-kegiatan di satu sektor dan di sektor-sektor yang lain," ujar Menteri Basuki yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah dalam webinar terkait "Kenapa Banjir?" secara virtual, Kamis (18/2/2021).

Dia mencontohkan, banyak kawasan yang dilanda banjir, pada dasarnya merupakan dataran banjir yang seharusnya hanya boleh dikembangkan secara terbatas. Di mana pada saat dilanda banjir, penanganan dilakukan bersifat teknikal, seperti membuat kolam dan pompa.

"Hal itu memicu pembangunan di daerah tersebut, selanjutnya menyebabkan banjir dengan kerugian yang jauh lebih besar," ungkap dia.

Kemudian, kata dia, kegiatan visioning adalah kegiatan awal yang amat penting untuk dapat menumbuhkan dan membangun komitmen seluruh pemilik kepentingan kepada suatu visi dan tujuan bersama.

"Apabila visi dan tujuan bersama tidak terbentuk, maka sulit membangun komitmen yang kuat antar-sektor. Saat terjadi sedikit hambatan, pelaksanaan program akan berhenti dan tujuan pembangunan menjadi tidak tercapai," tandas dia.

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan penanganan banjir harus dilakukan secara menyeluruh lewat kegiatan multisektoral, tidak hanya bersifat teknikal.

"Jadi untuk penanganan banjir ini harus dilakukan secara menyeluruh melalui kegiatan multisektoral. Seperti melibatkan seluruh pemilik kepentingan dengan visi bersama untuk menyelesaikan masalah secara berkelanjutan," ujar Menteri Basuki yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD