AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Semua Kamar di RS Rujukan Covid-19 se-Jawa Penuh

ECONOMIA
Selasa, 16 Februari 2021 16:30 WIB
Tingginya angka pasien Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Jawa Timur membuat banyak rumah sakit kehabisan bangsal tidur pasien.
Semua Kamar di RS Rujukan Covid-19 se-Jawa Penuh. (Foto: MNC Media)
Semua Kamar di RS Rujukan Covid-19 se-Jawa Penuh. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Tingginya angka pasien Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Jawa Timur membuat banyak rumah sakit kehabisan bangsal tidur pasien. Hampir semua rumah sakit rujukan Covid-19 khususnya di Jawa tidak mampu merawat penderita Covid-19.

Hal ini diakui oleh Sekretaris Jenderal Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), dr. Lia G. Partakusuma. Dia mengatakan angka bed occupancy ratio (BOR) atau tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 khususnya di Jawa masih penuh.

“Tetapi untuk tempat-tempat yang ICU, rumah sakit yang punya ICU Covid, saat ini angkanya terutama di Jawa masih penuh,” ungkap Lia dalam Update RS Darurat Wisma Atlet: Dampak PPKM Terhadap Tingkat Hunian Rumah Sakit secara virtual, Selasa (16/2/2021).

Sementara itu, Lia mengatakan bahwa angka tempat tidur di rumah sakit seperti di bekasi dan di Jakarta masih berada para persentase 60%. “Artinya masih penuh beberapa tempat seperti di Bekasi, kemudian di Jakarta ini angkanya masih di atas 60% untuk ICU. Nah ini berbeda antara yang biasa dengan yang ICU,” katanya.

Lia mengatakan jika dibandingkan dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah ditetapkan sebelum Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mempunyai dampak terhadap penurunan di rumah sakit.

“Kelihatannya pengaruh dari aturan untuk yang pembatasan skala besar memang terlihat ya.”

Meskipun, kata Lia, untuk PPKM yang saat ini diberlakukan masih belum terlihat dampak penurunannya. “Tetapi kalau yang PPKM tentu karena ini kan masih dilakukan baru ya, belum lama, saya tidak tahu apakah berdampak atau tidak. Tapi mudah-mudahan berdampak.”

Lia mengatakan kebijakan PPKM akan bisa dibaca setelah 1 atau 2 minggu setelah kebijakan dilaksanakan. “Tapi artinya yang kita lihat bahwa angka ini nampaknya sudah menurun. Apakah itu agar nantinya dengan pembacaan skala mikro? Rasanya belum bisa kami pastikan karena dampaknya itu biasanya setelah 1 minggu atau 2 minggu setelah strategi baru,” tegasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD