AALI
9300
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2470
ACES
690
ACST
161
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
775
ADMF
8200
ADMG
175
ADRO
3130
AGAR
312
AGII
2310
AGRO
855
AGRO-R
0
AGRS
119
AHAP
107
AIMS
248
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1200
AKSI
274
ALDO
770
ALKA
300
ALMI
290
ALTO
194
Market Watch
Last updated : 2022/08/05 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.59
0.44%
+2.37
IHSG
7084.66
0.39%
+27.31
LQ45
1007.80
0.4%
+4.03
HSI
20201.94
0.14%
+27.90
N225
28175.87
0.87%
+243.67
NYSE
0.00
-100%
-15267.16
Kurs
HKD/IDR 545
USD/IDR 14,925
Emas
858,734 / gram

Semua Kamar di RS Rujukan Covid-19 se-Jawa Penuh

ECONOMIA
Selasa, 16 Februari 2021 16:30 WIB
Tingginya angka pasien Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Jawa Timur membuat banyak rumah sakit kehabisan bangsal tidur pasien.
Semua Kamar di RS Rujukan Covid-19 se-Jawa Penuh. (Foto: MNC Media)
Semua Kamar di RS Rujukan Covid-19 se-Jawa Penuh. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Tingginya angka pasien Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Jawa Timur membuat banyak rumah sakit kehabisan bangsal tidur pasien. Hampir semua rumah sakit rujukan Covid-19 khususnya di Jawa tidak mampu merawat penderita Covid-19.

Hal ini diakui oleh Sekretaris Jenderal Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), dr. Lia G. Partakusuma. Dia mengatakan angka bed occupancy ratio (BOR) atau tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 khususnya di Jawa masih penuh.

“Tetapi untuk tempat-tempat yang ICU, rumah sakit yang punya ICU Covid, saat ini angkanya terutama di Jawa masih penuh,” ungkap Lia dalam Update RS Darurat Wisma Atlet: Dampak PPKM Terhadap Tingkat Hunian Rumah Sakit secara virtual, Selasa (16/2/2021).

Sementara itu, Lia mengatakan bahwa angka tempat tidur di rumah sakit seperti di bekasi dan di Jakarta masih berada para persentase 60%. “Artinya masih penuh beberapa tempat seperti di Bekasi, kemudian di Jakarta ini angkanya masih di atas 60% untuk ICU. Nah ini berbeda antara yang biasa dengan yang ICU,” katanya.

Lia mengatakan jika dibandingkan dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang telah ditetapkan sebelum Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mempunyai dampak terhadap penurunan di rumah sakit.

“Kelihatannya pengaruh dari aturan untuk yang pembatasan skala besar memang terlihat ya.”

Meskipun, kata Lia, untuk PPKM yang saat ini diberlakukan masih belum terlihat dampak penurunannya. “Tetapi kalau yang PPKM tentu karena ini kan masih dilakukan baru ya, belum lama, saya tidak tahu apakah berdampak atau tidak. Tapi mudah-mudahan berdampak.”

Lia mengatakan kebijakan PPKM akan bisa dibaca setelah 1 atau 2 minggu setelah kebijakan dilaksanakan. “Tapi artinya yang kita lihat bahwa angka ini nampaknya sudah menurun. Apakah itu agar nantinya dengan pembacaan skala mikro? Rasanya belum bisa kami pastikan karena dampaknya itu biasanya setelah 1 minggu atau 2 minggu setelah strategi baru,” tegasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD