AALI
11950
ABBA
189
ABDA
6250
ABMM
3230
ACES
1015
ACST
165
ACST-R
0
ADES
4800
ADHI
680
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
3190
AGAR
332
AGII
1925
AGRO
935
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
61
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
159
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1020
AKSI
234
ALDO
920
ALKA
298
ALMI
272
ALTO
199
Market Watch
Last updated : 2022/05/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
543.10
1.19%
+6.37
IHSG
6793.41
2.24%
+148.95
LQ45
1016.00
1.18%
+11.88
HSI
20644.28
0.2%
+41.76
N225
26911.20
0.94%
+251.45
NYSE
0.00
-100%
-15259.82
Kurs
HKD/IDR 1,869
USD/IDR 14,690
Emas
859,367 / gram

13 Anggota Travel Positif Omicron Usai Uji Coba Umrah di Arab Saudi

SYARIAH
Advenia Elisabeth/MPI
Senin, 17 Januari 2022 10:45 WIB
Ada anggota tim Advanve yang terpapar varian Omicron usai melaksanakan uji coba umrah di Arab Saudi.
13 Anggota Travel Positif Omicron Usai Uji Coba Umrah di Arab Saudi (FOTO:MNC Media)
13 Anggota Travel Positif Omicron Usai Uji Coba Umrah di Arab Saudi (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Pemilik Travel Umroh dan Haji Khusus Patuna Mekar Jaya, Syam Resfiadi mengatakan, ada anggota tim Advanve yang terpapar varian Omicron usai melaksanakan uji coba umrah di Arab Saudi

"Iya memang benar ada anggota tim kami termasuk saya yang positif Omicron. Total ada 13 orang yang di karantina di Wisma Atlet dari 25 orang tim Advance yang kami ketahui," kata Syam saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, Senin (17/1/2022). 

Syam memaparkan, dalam misi khusus ke Arab Saudi, pemerintah memberangkatkan 25 orang tim Advance. Adapun rinciannya, dari 25 orang tersebut terbagi menjadi 2 tim, yang dimana tim 1 terdiri dari 14 orang, dan tim 2 terdiri dari 11 orang.  

Lanjut ia menjelaskan, sebelum 13 orang dinyatakan positif Omicron, pada 6 Januari 2022, tim 1 yang pulang ke Indonesia di skrining terlebih dahulu di Bandara Internasional Soekarno Hatta. Dari 14 orang yang di skrining, 1 diantaranya dinyatakan positif Omicron. 

"Iya memang benar kami keluar dari airport hasil tesnya negatif tetapi satu diantara 14 yang pulang dinyatakan positif langsung dikirim ke wisma haji. Waktu itu kita pulang tanggal 6 Januari 2022," papar Syam.  

Setelah dinyatakan negatif, 13 orang dari tim 1 menjalankan karantina di hotel selama 7 hari. Kemudian, pada 11 Januari 2022, 13 orang ini melakukan tes PCR. Selang satu hari, hasilnya keluar dan dinyatakan positif Omicron. 

Hal itu bisa terjadi karena saat sepulang dari Arab Saudi, 13 orang yang dinyatakan negatif di Bandara tidak ada gejala atau sakit apapun. Sementara 1 orang yang dinyatakan positif itu sudah mengalami batuk dan pilek saat di Arab Saudi. 

"Di hari kedua saat karantina itu, pagi-paginya saya demam dan batuk-batuk karena tenggorokan tidak enak," ujarnya. 

Kemudian, di hari kelima, Syam bilang sudah merasakan kondisi lebih baik dari hari sebelumnya. Saat karantina, hanya minum obat batuk dan obat flu atau obat demam Paracetamol.  

Namun, di PCR hari keenam atau 11 Januari 2022, dikatakannya ada 6 orang dari 13 diantara mereka dinyatakan positif Omicron. Sehingga 6 orang ini harus dibawa ke Wisma Atlet.  

"Sebelumnya di hari ketiga, ada 1 anggota tim Advance yang cek mandiri ke RS swasta dan hasilnya positif dan akhirnya ikut juga ke Wisma Atlet," tutur Syam. 

"Sehingga di hari ke tujuh, kami masuk ke Wisma Atlet. Sementara yang 6 sisanya boleh pulang karena negatif," tambahnya.  

Kemudian diketahui Syam, dari tim 2 yang terdiri dari 11 orang, ada juga yang masuk ke Wisma Atlet. Namun, saat mau keluar, dinyatakan positif. Sehingga bertemu dengan Syam dan anggota tim 1 di Wisma Atlet. 

"Tapi ada grup yang lain juga berbarengan masuk ke sini (Wisma Atlet). Jadi sekarang kami di sini ada sekitar 13 orang yang terpapar Omicron dari 25 orang tim Advance yang kami ketahui," jelasnya. 

Syam berharap, meskipun beberapa anggota tim Advance terkonfirmasi positif Omicron, Kementerian Agama tidak melarang keberangkatan umrah jamaah Indonesia ke depan. 

"Saya tetap berharap Kementerian Agama tidak melarang, karena Pemerintah Arab Saudi sudah mengurangi karantina hanya 3 hari dan vaksin sinovac dan sinopharm dibooster saat di Airport. Jadi malah nggak kawatir dengan omicron karena tidak ganas walau terpaparnya lebih cepat," ungkapnya. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD