AALI
9750
ABBA
226
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1470
ACST
290
ACST-R
0
ADES
1675
ADHI
1175
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1110
AGRO
940
AGRO-R
0
AGRS
456
AHAP
71
AIMS
530
AIMS-W
0
AISA
280
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3370
AKSI
785
ALDO
890
ALKA
254
ALMI
236
ALTO
320
Market Watch
Last updated : 2021/05/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
472.68
-0.2%
-0.95
IHSG
5970.24
-0.09%
-5.67
LQ45
888.95
-0.17%
-1.47
HSI
28637.46
0.77%
+219.46
N225
29331.37
1.8%
+518.74
NYSE
16348.41
0.36%
+59.14
Kurs
HKD/IDR 1,841
USD/IDR 14,315
Emas
824,769 / gram

Akibat Covid-19, Penghasilan Pekerja di Bali Merosot Sampai 67,65 Persen

ECONOMICS
Rina Anggraeni/Sindonews
Kamis, 08 April 2021 14:24 WIB
Kemenkeu mencatat pendapatan masyarakat Bali khususnya mereka yang memiliki penghasilan rendah merosot tajam, sejak terjadinya pandemi covid.
Akibat Covid-19, Penghasilan Pekerja di Bali Merosot Sampai 67,65 Persen (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat pendapatan masyarakat Bali khususnya mereka yang memiliki penghasilan rendah merosot tajam, sejak terjadinya pandemi covid-19.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani merinci penurunan pendapatan masyarakat atau pekerja di Bali, sesuai dengan kisarannya. Bagi pekerja berpendapatan kurang dari Rp1,8 juta, penghasilan mereka telah menurun sekitar 67,65 persen  di masa pandemi Covid-19 ini.


Hal itu diikuti dengan masyarakat berpendapatan antara Rp1,8 juta sampai Rp3 juta, yang juga mengalami penurunan pendapatan hingga 52,60 persen .


Selain itu, bagi pekerja dengan penghasilan antara Rp3 juta sampai Rp4,8 juta, mengalami penurunan pendapatan hingga sekitar 42,51 persen , seiring masyarakat berpendapatan antara Rp4,8 juta sampai Rp7,2 juta yang juga anjlok hingga 36,83 persen.


"Begitupun (masyarakat/pekerja di Bali) dengan penghasilan lebih dari Rp7,2 juta, yang juga mengalami penurunan hingga 41,28 persen ," ujar Sri Mulyani dalam video virtual, Kamis (8/4/2021).


Dia menambahkan, penurunan pendapatan para pekerja di Bali akibat pandemi Covid-19 ini lah yang membuat pemerintah mengalokasikan bantuan sosial, bagi sekitar 30 persen  masyarakat berpendapatan paling rendah tersebut.


Karenanya,  sejumlah upaya pemulihan ekonomi yang masih terus digenjot pemerintah ke depannya, akan mampu mengubah keadaan menjadi semakin baik lagi dibandingkan kondisi saat ini.


"Misalnya seperti pemberian relaksasi pinjaman bagi sektor hotel, restoran, kafe, sehingga mampu memberikan optimisme untuk pelaku usaha. Hal itu di samping berbagai langkah penguatan di sektor lain selain pariwisata, yang juga berkontribusi pada perekonomian nasional seperti sektor pertanian dan industri pengolahan," tandasnya.(RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD