AALI
9925
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1380
ACES
1280
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3440
ADHI
845
ADMF
7625
ADMG
187
ADRO
2310
AGAR
364
AGII
1380
AGRO
1330
AGRO-R
0
AGRS
165
AHAP
70
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1110
AKRA
795
AKSI
770
ALDO
1370
ALKA
306
ALMI
288
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
510.45
1.13%
+5.68
IHSG
6694.39
1.02%
+67.52
LQ45
953.87
1.12%
+10.53
HSI
24878.63
-0.3%
-73.72
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
16663.77
-0.92%
-155.21
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
849,207 / gram

Benahi Sektor Pendidikan di Tengah Pandemi, Sri Mulyani Tingkatkan Anggaran Infrastruktur Digital

ECONOMICS
Michelle Natalia
Kamis, 02 Desember 2021 12:59 WIB
Pemerintah mengalokasikan peningkatan anggaran untuk membangun hard infrastruktur baik berupa satelit, broadband, maupun tower.
Benahi Sektor Pendidikan di Tengah Pandemi, Sri Mulyani Tingkatkan Anggaran Infrastruktur Digital
Benahi Sektor Pendidikan di Tengah Pandemi, Sri Mulyani Tingkatkan Anggaran Infrastruktur Digital

IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pandemi Covid-19 secara dramatis mengubah segala proses pelayanan, termasuk pendidikan. Adanya pandemi menyebabkan kemampuan sekolah dalam menyampaikan pendidikan secara fisik menjadi kendala.

“Sehingga semua kini harus mengandalkan teknologi digital agar mereka dapat terus belajar meskipun tidak bisa hadir secara fisik di sekolah atau kelas,” ungkap Sri saat menjadi pembicara utama pada International Symposium on Open, Distance, and e-Learning 2021 secara daring, Rabu (1/12/2021).

Lebih lanjut Sri menyampaikan, tidak semua warga sekolah siswa dan guru siap untuk bertransformasi dengan penggunaan teknologi digital yang secara tiba-tiba tersebut. Perubahan ini membawa konsekuensi yang sangat besar bagi pencapaian pendidikan atau proses belajar anak-anak.

Untuk itu, pemerintah segera menyikapi melalui dua hal. Pertama, pembangunan infrastruktur.

“Memastikan bahwa semua siswa tidak memiliki alasan untuk tidak dapat mengikuti pembelajaran jarak jauh karena tidak memiliki konektivitas internet atau karena wilayahnya belum terhubung atau belum memiliki infrastruktur digital,” jelasnya.

Oleh karenanya, pemerintah mengalokasikan peningkatan anggaran untuk membangun hard infrastruktur baik berupa satelit, broadband, maupun tower sehingga dapat meningkatkan konektivitas. Sebanyak 20.000 desa yang belum terhubung dengan 3G atau lebih untuk koneksi internet atau komunikasi akan difokuskan dalam pembangunan ini.

Kedua, pemberian subsidi kuota. Pemerintah memberikan subsidi kuota kepada, siswa, mahasiswa, guru, dan dosen dalam mendukung proses belajar mengajar tanpa mengeluarkan biaya internet.

“Kami sangat ingin memastikan bahwa semua siswa dan warga sekolah termasuk guru memiliki kemampuan untuk berhubungan dengan internet. Karena jika memiliki infrastruktur namun mereka tidak memiliki daya beli mendapatkan akses internet, maka akan menimbulkan kendala lainnya,” tandas Sri.

Baik pembangunan infrastruktur dan pemberian subsidi kuota harus dibarengi dengan kemampuan siswa dan guru dalam berinteraksi dan beradaptasi dalam penggunaan teknologi untuk menghasilkan keberhasilan kegiatan belajar mengajar.

“Kita harus memastikan baik guru maupun dosen dapat beradaptasi dalam penyampaian materi dan bagaimana dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan siswa menggunakan teknologi digital ini,” pungkasnya. 

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD