AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
0.00
-100%
-17259.00
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,319
Emas
838,644 / gram

Berkunjung ke Indonesia, Asisten Menlu AS Tegaskan RI Punya Peran Penting

ECONOMICS
Michelle Natalia
Selasa, 30 November 2021 18:18 WIB
Asisten Menteri Luar Negeri AS, Daniel Kritenbrink mengatakan kedatangannya kali ini adalah untuk menunjukkan betapa pentingnya Indonesia bagi AS.
Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik Daniel J. Kritenbrink . (Foto: Istimewa)
Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik Daniel J. Kritenbrink . (Foto: Istimewa)

IDXChannel - Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik Daniel J. Kritenbrink mengungkapkan bahwa kedatangannya ke Indonesia kali ini adalah untuk menunjukkan betapa pentingnya Indonesia bagi AS. 

"Kedatangan saya disini ingin menegaskan bahwa Indonesia memegang peran penting, dan juga demi kemitraan strategis antara Indonesia-AS," ujar Kritenbrink dalam Media Roundtable Interview di Jakarta, Selasa(30/11/2021). 

Indonesia, menurut dia, adalah sebuah negara besar dengan penduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia. Bahkan, Indonesia sudah masuk menjadi anggota G20 dan memegang peran penting untuk Presidensi G20 di tahun 2022. 

"Namun, perlu mengingat bahwa setiap negara tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, semuanya butuh kerja sama, salah satunya adalah di bidang keamanan," ungkapnya.

Kritenbrink menyebutkan bahwa hubungan AS dengan China saat ini memang cukup rumit. Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden sudah melakukan pertemuan secara virtual dengan Presiden China Xi Jinping pada tanggal 16 November lalu. 

"Kami yakin bisa bekerja sama dengan China, misalnya di bidang penanganan perubahan iklim dan pandemi COVID-19. Akan tetapi, kami sendiri aware dengan tindakan China yang berpotensi merusak stabilitas kawasan, namun, perlu kami pertegas bahwa kami tidak meminta siapapun untuk memilih antara China atau AS," pungkasnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD