AALI
9700
ABBA
286
ABDA
7375
ABMM
1380
ACES
1340
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
194
ADRO
2230
AGAR
344
AGII
1435
AGRO
1345
AGRO-R
0
AGRS
167
AHAP
69
AIMS
372
AIMS-W
0
AISA
179
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
785
AKSI
845
ALDO
1485
ALKA
346
ALMI
278
ALTO
270
Market Watch
Last updated : 2022/01/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.22
-0.66%
-3.34
IHSG
6591.98
-0.33%
-22.08
LQ45
938.61
-0.66%
-6.20
HSI
24127.85
0.06%
+15.07
N225
27467.23
-2.8%
-790.02
NYSE
0.00
-100%
-17219.06
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,369
Emas
837,003 / gram

BI Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,5 Persen di 2022

ECONOMICS
Tim IDXChannel
Kamis, 25 November 2021 12:26 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memprediksi bahwa ekonomi Indonesia akan pulih pada 2022.
BI Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,5 Persen di 2022. (Foto: MNC Media)
BI Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,5 Persen di 2022. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memprediksi bahwa ekonomi Indonesia akan pulih pada 2022.

"Insya Allah, pertumbuhan akan lebih tinggi mencapai 4,7 hingga 5,5% pada 2022 dari 3,2 hingga 4% pada 2021," ujar Perry dalam Pertemuan Tahunan BI 2021 secara virtual di Jakarta, Kamis (24/11/2021).

Selain ekspor, konsumsi dan investasi juga meningkat, didukung vaksinasi, pembukaan sektor ekonomi, dan stimulus kebijakan. Inflasi rendah pada 2021 dan terkendali pada sasaran 3±1% pada 2022 didukung pasokan yang memadai, respon kebijakan BI, koordinasi TPI pusat dan daerah.

"Stabilitas nilai tukar Rupiah akan tetap dijaga sesuai komitmen BI di tengah normalisasi moneter The Fed," tambah Perry.

Sambung dia mengatakan, defisit transaksi berjalan rendah sekitar 0,1% pada PDB di 2021 dan kisaran 1,1-1,9% pada 2022. Stabilitas sistem keuangan terjaga, kecukupan modal tinggi, dan likuiditas melimpah.

Foto: Gubernur BI Perry Warjiyo/Adv

"Dana Pihak Ketiga (DPK) dan kredit tumbuh masing-masing 7 sampai 9% dan 6 sampai 8% pada 2022. Ekonomi keuangan digital meningkat pesat, dan di 2022, e-commerce mencapai Rp530 triliun, uang elektronik Rp337 triliun, digital banking lebih dari Rp48 ribu triliun," jelas Perry.

Dia mengatakan, sinergi dan inovasi adalah kunci untuk bangkit dan optimis. Ekonomi nasional, sekali lagi, akan pulih tahun depan.

"Inilah semangat BI terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan tentu saja perbankan, dunia usaha, DPR khususnya Komisi XI, akademisi, media, dan masyarakat," pungkas Perry.

Sementara itu Joko Widodo mengungkapkan bahwa menghadapi 2022 harus dengan optimism. Aktvitas ekonomi masyarakat Indonesia sudah kembali pada posisi normal seperti sebelum adanya pandemi Covid-19. Namun, Presiden Joko Widodo mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap ketidakpastian global yang tengah terjadi, karena dampak dari Covid-19 ini tidak dari sisi kesehatan tetapi juga merebak ke sektpr lain.

"Dampaknya betul-betul semuanya di luar perkiraan kita. Berimbas ke mana-mana. Banyak negara yang mengalami kelangkaan energi yang sebelumnya tidak kita duga. Banyak negara mengalami kelangkaan container sehingga distribusi barang menjadi terganggu. Juga banyak negara mengalami kenaikan inflasi, kenaikan harga produsen yang imbasnya ke harga tingkat konsumen," ucapnya saat memberikan arahan pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021 di Jakarta, Rabu (24/11/2021).

Pertumbuhan ekonomi Indonesia Q2 7,07 % dan diQ3 3,51 %, menurun yang disebabkan pada Juli ada PPKM darurat sebulan, karena varian delta yang tidak kita sangka. Namun kondisi saat ini sudah mulai membaik dilihat dari Indeks Keyakinan Konsumen sudah kembali normal seperti sebelum pandemi, Retail and sales Indeks juga sudah merangkak naik seiring peningkatan mobilitas. Disisi produksi,  PMI (Purchasing Manager Index) manufaktur lebih tinggi dari sebelum pandemi yaitu 57,2 dari sebelum pandemi 51. Artinya demand sudah ada dan semakin baik. Hal ini penting untuk melihat prospek di tahun 2022,’’ujarnya.

Transformasi ekonomi dan reformasi struktural tidak boleh berhenti karena ini akan menjadi basic setelah memiliki infrastruktur. Tidak boleh lagi mengekspor barang-barang mentah atau raw material. Dimulai dari nikel dan untuk selanjutnya bauksit, tembaga, timah. Diinginkan agar semua barang mentah tersebut diekspor dalam bentuk barang setengah jadi atau barang jadi, karena adanya added value.

Membangun ekonomi hijau harus segera dimulai, karena total renewable energi yang dimiliki Indonesia sangat besar sekali. Digitalisasi ekonomi juga  perlu terus digalakkan sampai ke industri kecil, mikro, menegah karena akan menjadi kekuatan ekonomi digital. Potensi nya sampai 2025 diperkirakan mencapai USD124 miliar.

Di samping itu, Presiden Jokowi mengapresiasi jajaran pemerintah dalam ranah keuangan atas kerja samanya dalam menghadapi permasalahan selama masa pandemi. Menurutnya, permasalahan tersebut membutuhkan kehati-hatian karena sulit untuk dikalkulasi.

“Kita patut berterima kasih jajaran Bank Indonesia, jajaran pemerintah utamanya di Kementerian Keuangan dengan OJK, LPS komunikasinya sangat baik, sangat baik. Bisa saling mengisi pada masalah kecil saja langsung ketemu,” ucap Kepala Negara.

(Adv)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD