AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

BPOM Tambah Dua Regimen Booster pada Vaksin Covid-19, Ini Efektifitasnya

ECONOMICS
Leonardus Kangsaputra
Senin, 17 Januari 2022 11:18 WIB
Badan Pengawas Obat dan Makan (BPOM) menambah dua Regimen Booster Heterolog pada Vaksin Covid-19.
Badan Pengawas Obat dan Makan (BPOM) menambah dua Regimen Booster Heterolog pada Vaksin Covid-19. (Foto: MNC Media)
Badan Pengawas Obat dan Makan (BPOM) menambah dua Regimen Booster Heterolog pada Vaksin Covid-19. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Badan Pengawas Obat dan Makan (BPOM) menambah dua Regimen Booster Heterolog pada Vaksin Covid-19. Adapun dua regimen booster tersebut adalah vaksin Pfizer dosis setengah untuk vaksin primer Sinovac atau AstraZeneca serta vaksin AstraZeneca dosis setengah untuk vaksin primer Sinovac atau dosis penuh untuk vaksin primer Pfizer.

Adapun keenam vaksin tersebut meliputi:

1.Vaksin Sinovac dosis penuh sebagai booster homolog.

2.Vaksin Pfizer full dose sebagai booster homolog.

3.Vaksin AstraZeneca fuBadan Pengawas Obat dan Makan (BPOM) telah meresmikan enam jenis booster homolog atau heterolog pada Vaksin Covid-19. 

4.Vaksin Moderna sebagai booster homolog dosis setengah/half dose.

5.Vaksin Moderna heterolog dengan half dose sebagai booster heterolog dosis setengah/half dose untuk vaksin AstraZeneca, Pfizer, atau Janssen.

6.Vaksin Zifivax full dose sebagai booster heterolog untuk vaksin primer Sinovac dan Sinopharm. 

Kepala Badan POM, Penny K Lukito, secara bertahap melakukan proses evaluasi penggunaan booster vaksin sesuai dengan pengajuan dan ketersediaan data uji klinik yang mendukung pengajuan booster tersebut.

“Badan POM kembali mengeluarkan persetujuan penggunaan untuk dua regimen booster heterolog pada vaksin Covid-19," ucap Penny dalam siaran pers resmi di laman BPOM, Senin (16/1/2022).

Adapun dua regimen booster tersebut adalah vaksin Pfizer dosis setengah untuk vaksin primer Sinovac atau AstraZeneca serta vaksin AstraZeneca dosis setengah untuk vaksin primer Sinovac atau dosis penuh untuk vaksin primer Pfizer.

Dalam penelitian tersebut, pada vaksin Pfizer sebagai booster heterolog (dosis setengah) untuk vaksin primer Sinovac atau AstraZeneca menunjukan hasil imunogenisitas. Peningkatan antibodi yang tinggi pada 6-9 bulan (31-38 kali) setelah pemberian dosis primer lengkap. 

Di sisi lain, peningkatan antibodi setelah 6 bulan vaksinasi primer lengkap vaksin Sinovac menghasilkan peningkatan antibodi IgG terhadap S-RBD yang tinggi (105,7 kali) dibandingkan sebelum diberikan dosis booster.


“Secara umum pemberian dosis booster vaksin Pfizer dengan vaksin primer Sinovac dapat ditoleransi baik reaksi lokal maupun sistemik," lanjut Penny.

Untuk vaksin Pfizer sebagai booster dengan vaksin primer AstraZeneca, hasil imunogenisitas menunjukkan hal yang sama. Pada pemberian booster vaksin Pfizer dosis setengah setelah 6 bulan vaksinasi primer lengkap dengan vaksin Astra Zeneca menghasilkan peningkatan antibodi IgG terhadap S-RBD yang tinggi (21,8 kali) dibandingkan sebelum diberikan dosis booster.

Sementara, vaksin AstraZeneca sebagai booster heterolog dosis setengah/half dose dengan vaksin primer Sinovac menunjukan hasil imunogenisitas berupa peningkatan antibodi IgG terhadap S-RBD yang tinggi (35 – 38 kali), baik pada interval booster 3-6 bulan (34-35 kali) maupun 6-9 bulan (35 – 41 kali). 

Kenaikan IgG pada dosis setengah/half dose tidak berbeda jauh dengan full dose. Untuk booster dengan Vaksin Primer Pfizer (dosis penuh/full dose), hasil imunogenisitas menunjukkan peningkatan antibodi IgG yang baik (dari 3350 menjadi 13.242). (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD