AALI
10425
ABBA
424
ABDA
0
ABMM
1500
ACES
1405
ACST
282
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1185
ADMF
7975
ADMG
228
ADRO
1860
AGAR
346
AGII
1515
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
204
AHAP
64
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
240
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
635
AKRA
4280
AKSI
430
ALDO
705
ALKA
234
ALMI
234
ALTO
308
Market Watch
Last updated : 2021/10/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
517.26
-0.05%
-0.28
IHSG
6633.34
0.11%
+7.22
LQ45
972.21
-0.05%
-0.45
HSI
25330.96
1.48%
+368.37
N225
29068.63
1.81%
+517.70
NYSE
16744.29
1.4%
+231.13
Kurs
HKD/IDR 1,817
USD/IDR 14,150
Emas
812,528 / gram

BUMN Juga Tertekan Selama Pandemi, Ini Strategi Erick Agar Bangkit Lagi

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Kamis, 14 Oktober 2021 18:42 WIB
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengakui sejumlah perusahaan pelat merah juga mengalami tekanan selama masa pandemi Covid-19.
BUMN Juga Tertekan Selama Pandemi, Ini Strategi Erick Agar Bangkit Lagi. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengakui sejumlah perusahaan pelat merah juga mengalami tekanan selama masa pandemi Covid-19. Namun, kini mulai bangkit secara perlahan berkat strategi yang ditetapkan oleh pemerintah.

Untuk keluar dari tekanan pandemi, perusahaan tidak saja memikirkan cara mempertahankan bisnisnya. Namun juga, mempersiapkan strategi pasca Covid-19.

"Baik untuk swasta dan kami BUMN yang 90 persen terdampak karena Covid-19. Untuk keluar dari bisnis pandemi, tentu kita tidak hanya memikirkan bagaimana cara bertahan, namun yang terpinringvadalah bagaimana kita juga mempersiapkan strategi untuk menghadapi pasca Covid-19," ujar Erick, Kamis (14/10/2021). 

Di lain sisi, Erick menilai pemulihan ekonomi menjadi suatu keharusan, namun, Indonesia terlebih dahulu membangun kesehatan secara nasional. Sebab, sektor itu menjadi hal fundamental yang sesuai dengan prinsip Indonesia sehat, Indonesia bekerja, dan Indonesia tumbuh. 

Tercatat pemerintah melalui Kementerian BUMN, Kementerian Kesehatan, hingga Kementerian Luar Negeri telah mengambil langkah strategis untuk menangani pandemi di Tanah Air. 

Sejak awal 2020 lalu, ketiga kementerian telah melakukan sejumlah kerja multilateral dengan produsen farmasi global untuk memperoleh vaksin Covid-19. Hingga saat ini sejumlah masyarakat telah menerima vaksin Covid-19. 

Berdasarkan data Kemenkes, dari target 208 juta, hingga Minggu (10/10/2021), vaksinasi Covid-19 sudah menembus lebih dari 100 juta orang untuk suntikan dosis pertama. Sementara suntikan dosis kedua mencapai lebih dari 57,5. 

Dengan demikian jumlah vaksinasi telah mencapai 157.707.427 dosis. Atau, vaksinasi dosis pertama sudah menjangkau 48,11 persen dan vaksinasi dosis kedua menjangkau 27,62 persen.

"Dengan kami berupaya menemukan vaksin Merah Putih atau vaksin BUMN yang di mana vaksin Merah Putih kita bekerja sama dengan berbagai pihak dari universitas terbaik di Indonesia maupun lembaga riset juga. Kita juga membuka kerja sama dengan universitas yang sangat terkenal di dunia," ungkapnya. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD