AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Cadangan Devisi RI di April Turun Jadi USD135,7 Miliar

ECONOMICS
Michelle Natalia
Jum'at, 13 Mei 2022 15:23 WIB
Bank Indonesia (BI) merilis cadangan devisi pada akhir April 2022 sebesar USD135,7 miliar.
Cadangan Devisi RI di April Turun Jadi USD135,7 Miliar (FOTO: MNC Media)
Cadangan Devisi RI di April Turun Jadi USD135,7 Miliar (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) merilis cadangan devisi pada akhir April 2022 sebesar USD135,7 miliar, jumlah ini turun dibandingkan bulan sebelumnya karena  salah satunya banyak dipakai pemerinta membayar utang luar negeri.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Erwin Haryono melaporkan bahwa posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2022 tetap tinggi sebesar USD135,7 miliar, meskipun menurun dibandingkan dengan posisi pada akhir Maret 2022 sebesar USD139,1 miliar. 

"Penurunan posisi cadangan devisa pada April 2022 antara lain dipengaruhi oleh kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan antisipasi kebutuhan likuiditas valas sejalan dengan meningkatnya aktivitas perekonomian," ujar Erwin dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat(13/5/2022). 

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,9 bulan impor atau 6,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

"Ke depan, Bank Indonesia memandang cadangan devisa tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga, seiring dengan berbagai respons kebijakan dalam mendorong pemulihan ekonomi," tutup Erwin. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD