AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Dari Karyawan Simpan Pinjam, Kini Fadhlun Jadi Supplier Kue Basah

ECONOMICS
Shifa Nurhaliza
Kamis, 26 Mei 2022 16:50 WIB
Fadhlun Evita ikut merasakan dampak ketika koperasi tempat dia bekerja bangkrut karena pandemi.
Dari Karyawan Simpan Pinjam, Kini Fadhlun Jadi Supplier Kue Basah. (Foto: ACT/Adv)
Dari Karyawan Simpan Pinjam, Kini Fadhlun Jadi Supplier Kue Basah. (Foto: ACT/Adv)

IDXChannel – Fadhlun Evita ikut merasakan dampak ketika koperasi tempat dia bekerja bangkrut karena pandemi. Dia mengaku dikejar-kejar nasabah koperasi tersebut karena semua uangnya tidak bisa dikembalikan.

"Saya yang bertugas menagihkan uang, kemudian saya setor ke koperasi. Waktu itu harusnya duit nasabah balik, tapi enggak bisa balik. Akhirnya saya yang ketumpuan. Di situ ekonomi saya mulai jatuh, tidak bisa mengontrak rumah lagi. Saya dan keluarga balik ke rumah orang tua. Di sana tinggal sama saudara-saudara jumlahnya empat kepala keluarga," ungkap ibu dari tiga orang anak ini pada Kamis (24/3/2022).

Seiring berjalannya waktu, Fadhlun berjualan kue basah di depan rumah. Rumah berukuran 3,5 x 6 meter yang ia tinggali saat itu menjadi rumah produksinya. “Karena kami tinggal bersama, kami juga bergantian menggunakan dapur dengan kakak saya yang melakukan usaha yang sama,” tambah Fadhlun. Peralatan yang dia gunakan saat itu sederhana. Genteng bocor saat hujan juga menjadi masalah yang sering ia hadapi.

Global Wakaf-ACT memberikan bantuan modal wakaf kepada Fadhlun melalui program Wakaf UMKM. Dia membeli peralatan baru dari bantuan modal dan menambahkan bahan baku. Tak lupa, ia terus mengikuti pendampingan dan pelatihan bisnis dalam program tersebut.

“Semua arahan dan tantangan dari pendamping, selalu saya terapkan. Mulai dari pencatatan keuangan, punya branding dan packaging sendiri, sampai strategi pemasaran untuk produk,” kata Fadhlun.

Dengan kerja keras, Fadhlun kini telah menjadi penyuplai kue basah untuk empat toko kue di sekitar Tanah Abang. Ia tidak perlu repot menjual kue yang dihasilkannya karena setiap produk memiliki alokasi tempat sendiri-sendiri. Selain produksi rutih, Fadhlun juga menerima pesanan kue dari konsumen untuk menyajikan snack di acara-acara, kue ulang tahun atau untuk request katering makan siang.

“Alhamdulillah, penghasilan meningkat. Saat ini saya juga sudah mulai mengontrak bersama keluarga sendiri agar produksi juga semakin lancar. Insyaallah ke depannya saya akan terus berikhtiar mengembangkan usaha ini,” kata Fadhlun. (Adv)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD