AALI
9600
ABBA
244
ABDA
0
ABMM
2330
ACES
785
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7000
ADHI
810
ADMF
8050
ADMG
175
ADRO
2910
AGAR
324
AGII
2070
AGRO
695
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
150
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1495
AKRA
1045
AKSI
300
ALDO
835
ALKA
294
ALMI
0
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/06/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.84
-0.33%
-1.77
IHSG
6974.58
-0.31%
-21.88
LQ45
1004.25
-0.34%
-3.39
HSI
22186.19
-1.04%
-232.78
N225
26759.99
-1.07%
-289.48
NYSE
14667.32
-1.13%
-167.98
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,835
Emas
868,327 / gram

Ekonom Nilai Langkah BI Tahan Suku Bunga Belum Tepat

ECONOMICS
Viola Triamanda/MPI
Kamis, 23 Juni 2022 17:46 WIB
Ekonomi menilai Bank Indonesia seharusnya melakukan penyesuaian suku bunga acuan.
Ekonom Nilai Langkah BI Tahan Suku Bunga Belum Tepat. (Foto: MNC Media)
Ekonom Nilai Langkah BI Tahan Suku Bunga Belum Tepat. (Foto: MNC Media)

IDXChannelBank Indonesia (BI) mengambil langkah mempertahankan suku bunga acuan BI 7- Days Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 3,5%. Langkah tersebut disambut positif pelaku pasar modal, namun dianggap kurang tepat oleh ekonom.

Ekonom sekaligus Direktur CELIOS Bhima Yudhistira berpendapat bahwa keputusan BI mempertahankan suku bunga acuan belum tepat."Idealnya BI lakukan penyesuaian suku bunga 25 bps bukan menahan kenaikan"jelasnya kepada MPI, Kamis (23/6/2022).

Bhima menilai BI sepertinya lebih memprioritaskan percepatan penyaluran kredit dibanding mempertahankan kurs rupiah dari risiko keluarnya arus investasi dipasar keuangan. 

Sedangkan keputusan untuk menahan suku bunga akan berefek terhadap cadangan devisa yang semakin menurun. Terlebih kebutuhan untuk pembayaran utang luar negeri diperkirakan meningkat pada paruh ke II 2022.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD