AALI
8425
ABBA
218
ABDA
6050
ABMM
4320
ACES
610
ACST
186
ACST-R
0
ADES
7175
ADHI
735
ADMF
8300
ADMG
168
ADRO
4150
AGAR
294
AGII
2210
AGRO
590
AGRO-R
0
AGRS
93
AHAP
104
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
183
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1375
AKSI
320
ALDO
670
ALKA
288
ALMI
388
ALTO
174
Market Watch
Last updated : 2022/10/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
532.63
-0.31%
-1.65
IHSG
7064.94
-0.17%
-11.69
LQ45
1007.45
-0.32%
-3.24
HSI
17831.83
-1%
-180.32
N225
27172.40
-0.51%
-138.90
NYSE
14087.38
-1.23%
-174.65
Kurs
HKD/IDR 1,933
USD/IDR 15,185
Emas
835,647 / gram

Ekonomi RI Kembali Menggeliat, Bisnis Jalan Tol Makin Diminati

ECONOMICS
Viola Triamanda/MPI
Sabtu, 16 Juli 2022 19:05 WIB
Kembali menggeliatnya perekonomi Indonesia membuat investasi jalan tol semakin diminati investor. 
Ekonomi RI Kembali Menggeliat, Bisnis Jalan Tol Makin Diminati (FOTO: MNC Media)
Ekonomi RI Kembali Menggeliat, Bisnis Jalan Tol Makin Diminati (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Kembali menggeliatnya perekonomi Indonesia membuat investasi jalan tol semakin diminati investor. 

Direktur Utama BNI Sekuritas Agung Prabowo mengatakan bahwa pulihnya ekonomi pasca pandemi Covid-19 membuat dunia bisnis kini mulai bangkit kembali salah satunya adalah usaha jalan tol.


Sedangkan sebelumnya selama pandemi, jalan tol mengalami penurunan kepadatan lalu lintas sebagai akibat dari adanya pembatasan sosial.


"Pasca pandemi Covid 19, aktivitas masyarakat terlihat semakin tinggi yang terlihat dari kondisi volum trafik jalan tol yang semakin meningkat. Di samping itu, pembangunan infrastruktur jalan tol di Indonesia tengah bertumbuh, sehingga dapat membuka akses dan meningkatkan keterhubungan antar wilayah, daerah dan meningkatkan efisiensi serta produktifitias masyarakat" jelasnya melalui keterangan resmi yang dikutip oleh MPI, Sabtu (16/7/2022). 


Diektahui Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Pekerjaan Umum (PUPR) membuka peluang investasi jalan tol dengan nilai mencapai Rp 82 triliun. Terdapat 41 ruas jalan tol sepanjang 2.500 kilometer (km) yang diharapkan dapat dibangun hingga tahun 2024.


Di sisi lain, berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), hingga Juni 2022, terdapat 2.493,42 km jalan yang telah beroperasi di Indonesia dan tersebar di pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Sulawesi. Hingga kini, terdapat 66 ruas tol yang telah resmi beroperasi seluruhnya dan 30 ruas tol sedang dalam tahap konstruksi.


BNI Sekuritas melihat minat investasi jalan tol masih tetap tinggi kedepannya seiring dengan pembangunan jalan tol yang masih luas. Di samping itu, pemerintah juga akan segera memulai proses pembangunan jalan tol di Ibu Kota Nusantara (IKN).


Dalam 6 bulan terakhir ini, Divisi Investment banking BNI Sekuritas selaku penasihat keuangan telah berhasil membantu menyelesaikan 2 transaksi jalan tol. Kedepannya, BNI Sekuritas akan terus berkomitmen dalam membantu penyelesaian transaksi jalan tol sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam membangun industri jalan tol di Indonesia.


Acara workshop ini sebagai bentuk pelayanan kepada klien dan nasabah BNI Sekuritas. Acara ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih holistic serta selanjutnya dapat membuka peluang lebih kepada semua pemangku kepentingan, lenders, dan calon investor untuk dapat berkolaborasi dan berpartisipasi dalam pengembangan bisnis jalan tol di Indonesia.


Workshop ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (Wamen BUMN) II Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Corporate Banking BNI Silvano Rumantir, Direktur Utama BNI Sekuritas Agung Prabowo, Kepala Subdirektorat Perencanaan Teknis Jalan Bebas Hambatan Dedy Gunawan, Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Unsur Profesi Koentjahjo Pamboedi dan sejumlah instansi. (RRD)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD