AALI
9800
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
785
ACES
1485
ACST
300
ACST-R
0
ADES
1685
ADHI
1105
ADMF
8175
ADMG
165
ADRO
1180
AGAR
436
AGII
1100
AGRO
995
AGRO-R
0
AGRS
308
AHAP
73
AIMS
366
AIMS-W
0
AISA
296
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
488
AKRA
3120
AKSI
800
ALDO
795
ALKA
244
ALMI
244
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/04/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
475.19
-1.04%
-5.00
IHSG
5993.24
-0.75%
-45.08
LQ45
892.79
-1.08%
-9.77
HSI
28621.92
-1.76%
-513.81
N225
28508.55
-2.03%
-591.83
NYSE
0.00
-100%
-16107.56
Kurs
HKD/IDR 1,867
USD/IDR 14,505
Emas
832,144 / gram

Ekspor UMKM Mamin Terkendala Sertifikasi Produk

ECONOMICS
Ferdi Rantung/Sindonews
Kamis, 08 April 2021 18:07 WIB
UMKM Indonesia masuk dalam posisi 8 eksportir makanan dan minuman di dunia.
UMKM Indonesia masuk dalam posisi 8 eksportir makanan dan minuman di dunia. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Perdagangan menilai produk makanan dan minuman dari usaha mikro kecil menengah (UMKM) Indonesia memiliki potensi yang besar di pasar internasional. Namun sayangnya banyaknya UMKM terkendala soal sertifikasi produk dari negara tujuan ekspor

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Kasan mengatakan, UMKM Indonesia punya potensi cukup besar, yakni masuk dalam posisi 8 eksportir makanan dan minuman di dunia. Namun terhambat oleh masalah sertifikasi.

"Produk pangan kita banyak yang bisa masuk ke pasar global, namun salah satu syaratnya adalah memiliki standarisasi. Pentingnya sertifikasi pangan untuk kebutuhan demand di berbagai negara,” kata Kasan dalam diskusi secara virtual , Kamis (8/4/2021).

Ia mengungkapkan, bahwa saat ini produk makanan dan minuman Indonesia telah memiliki pasar tersendiri. Salah satu produk pangan yang banyak diimpor yaitu sarang burung walet ke China. 

“Potensi di China masih jauh lebih besar dari yang kita miliki saat ini. Namun ada masalah terkait dengan akses pasar sarang burung walet ke China. Salah satu sertifikasi dari produk yang diakui,” terangnya

Untuk itu, Ia menambahkan, agar dapat meningkatkan impor para pelaku UMKM harus bisa memenuhi standar sertifikasi. Dalam hal ini kemendag akan membantu UMKM. 

“Kami akan berperan membantu pelaku UMKM untuk memastikan produk pangan memiliki sertifikat yang diharapkan, baik itu sertfikat ISO 22000, hak merek dan cipta halal, dan sertifikat organic,”tandasnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD