AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Epidemiolog Minta Indonesia Waspadai Ancaman Dua Varian Covid-19 di 2022

ECONOMICS
Leonardus Kangsaputra
Kamis, 30 Desember 2021 20:45 WIB
Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengatakan bahwa Indonesia akan menghadapi dua ancaman serius pada 2022.
ILustrasi Covid-19
ILustrasi Covid-19

IDXChannel - Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengatakan bahwa Indonesia akan menghadapi dua ancaman serius pada 2022. Ancaman tersebut datang dari dua varian virus yang tengah mendominasi saat ini yakni varian Delta dan Omicron. Menurut Dicky, varian Delta dan Omicron ini bisa menjadi kombinasi maut di tahun depan. 

Sebagaimana diketahui varian Delta memiliki potensi untuk menyebabkan keparahan pada pasien yang terinfeksi, sementara itu Omicron selain lebih cepat menular, namun mereka juga bisa menginfeksi orang-orang yang telah divaksinai. Menurut Dicky, Omicron juga memiliki potensi untuk menyebabkan keparahan di bawah posisinya varian Delta. 

“Makin banyak orang yang terinfeksi, jumlahnya juga akan semakin banyak. Tantangan lainnya adalah sudah banyak masyarakat yang abai ketika hendak masuk tahun ketiga Covid-19,” tutur Dicky, saat diwawancarai MNC Portal, Kamis (30/12/2021). 

Oleh sebab itu cara merespon ancaman ini tidak hanya mengandalkan pada keberhasilan menghadapi varian Delta di masa lalu. Namun, harus meningkatkan kualitas dari respon dengan penguatan. Misalnya ketika berbicara tes PCR yang dapat digunakan untuk 3x24 jam sebelum perjalanan, sekarang diubah menjadi 1x24 jam saja. 

Contoh lainnya, jika sebelumnya menggunakan masker medis yang biasa saja, sekarang dapat menggunakan masker yang lebih bagus seperti N95 atau setara dengan itu. Hal lainnya juga bisa diubah terkait dengan aturan karantina. Jika dulu masa karantina hanya 3-7 hari, maka naikann lagi durasi karantinanya. 

“Selain itu work from home (WFH) juga menjadi sesuatu yang harus dijaga keberlangsungannya, setidaknya 20 persen,” tuntasnya.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD