AALI
9725
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
2390
ACES
800
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7700
ADHI
805
ADMF
8100
ADMG
176
ADRO
2960
AGAR
324
AGII
2100
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
56
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1070
AKSI
290
ALDO
860
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
214
Market Watch
Last updated : 2022/06/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.46
-0.84%
-4.57
IHSG
7016.06
-0.38%
-26.88
LQ45
1010.74
-0.81%
-8.25
HSI
22266.17
2.52%
+547.11
N225
26871.27
1.43%
+379.30
NYSE
14811.55
2.84%
+409.43
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,800
Emas
873,287 / gram

Girang Keran Ekspor Dibuka, GAPKI: Kondisinya Sangat Sulit Kemarin!

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Senin, 23 Mei 2022 13:10 WIB
GAPKI mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi atas kebijakan yang diambil pemerintah karena sudah mengizinkan kembali ekspor CPO mulai hari ini.
GAPKI mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi atas kebijakan yang diambil pemerintah karena sudah mengizinkan kembali ekspor CPO mulai hari ini.
GAPKI mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi atas kebijakan yang diambil pemerintah karena sudah mengizinkan kembali ekspor CPO mulai hari ini.

IDXChannel - Sekretaris Jendral Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi atas kebijakan yang diambil pemerintah karena sudah mengizinkan kembali ekspor CPO mulai hari ini.

Menurutnya kebijakan larangan ekspor CPO sangat memberatkan industri, baik dari sisi Industri hilir, maupun yang ada di hulu. Di hilir buah sawit milik petani sulit terserap oleh industri, di hulu industri tidak bisa menjual CPO ke luar negeri.

"Memang kita sangat bersyukur, baik di industri hulu maupun di Industri hilir atas dibukanya kembali kram ekspor, kita berterima kasih kepada presiden," ujar Eddy dalam Market Review IDXChanel, Senin (23/5/2022).

Menurutnya paling banyak yang menerima dampak dari adanya kebijakan larangan ekspor CPO adalah para petani yang berada di bawah. Banyak dari hasil panen sawit mereka yang busuk dan tidak laku dijual 

"Karena memang kondisinya sudah sangat sulit di hulu apabila tidak segera dibuka kran ekspor," sambungnya.

Eddy menjelaskan ketika adanya larangan ekspor kemarin berbarengan dengan tingginya produksi buah sawit pada saat itu. Menurutnya ketika kedua hal tersebut terjadi dalam waktu yang sama, sehingga menimbulkan tanki-tanki penyimpangan.

"Dibilang April ini, itu terjadi adanya tren kenaikan produksi TBS di perkebunan, ini yang mempersulit industri di hulu," kata Edy.

Seperti diketahui saat ini pemerintah telah membuka kembali kran ekspor untuk beberapa produk turunan CPO. Hal tersebut menimbang sudah stabil dan tersedianya minyak goreng di dalam negeri, meskipun masih jauh dengan harga pada normalnya.

"Memang yang diminta pemerintah adalah minyak goreng curah yang 14 ribu, harga memang belum menyentuh 14 ribu, tapi sudah mulai turun ke angka 17 ribu, dan pasokan juga sudah cukup dari kebutuhan 149 ribu ternyata 211 ribu ton," pungkasnya.

(NDA) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD