AALI
8900
ABBA
232
ABDA
6025
ABMM
4650
ACES
625
ACST
210
ACST-R
0
ADES
7200
ADHI
800
ADMF
8525
ADMG
168
ADRO
4050
AGAR
302
AGII
2520
AGRO
640
AGRO-R
0
AGRS
102
AHAP
109
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1605
AKRA
1400
AKSI
324
ALDO
705
ALKA
294
ALMI
380
ALTO
177
Market Watch
Last updated : 2022/09/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
541.91
-0.84%
-4.57
IHSG
7178.58
-0.56%
-40.32
LQ45
1025.63
-0.68%
-7.01
HSI
17933.27
-1.18%
-214.68
N225
0.00
-100%
-27313.13
NYSE
0.00
-100%
-14236.60
Kurs
HKD/IDR 1,912
USD/IDR 15,030
Emas
805,406 / gram

Gubernur BI Targetkan Inflasi Pangan Bisa Ditekan ke 5 Persen

ECONOMICS
Michelle Natalia
Rabu, 10 Agustus 2022 17:57 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyoroti situasi inflasi pangan yang kian meningkat, dan berupaya mengendalikan menekan inflasi hingga 5%.
Gubernur BI Targetkan Inflasi Pangan Bisa Ditekan ke 5 Persen (Dok.MNC)
Gubernur BI Targetkan Inflasi Pangan Bisa Ditekan ke 5 Persen (Dok.MNC)

IDXChannel - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyoroti situasi inflasi pangan yang kian meningkat seiring dengan gejolak ekonomi dan geopolitik global. Kondisi inflasi pangan yang tinggi pun juga menjadi sorotan utamanya.

Inflasi Indonesia saat ini tercatat sebesar 4,89%, dan porsi terbesarnya adalah inflasi pangan sebesar 10,47%. 

"Angka (inflasi pangan)-nya sudah menyentuh 10,47%, harusnya tidak boleh lebih dari 5%, mentok 6%," ujar Perry dalam acara Kick Off Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) secara virtual, Rabu(10/8/2022). 

Maka dari itu, GNPIP harus digalakkan. Ini adalah upaya bersama, bersatu mengendalikan inflasi pangan agar inflasi pangan dari 10,47% menjadi paling tinggi 6%, atau bisa mencapai setidaknya 5%.

"Bagi masyarakat kalangan bawah, itu inflasi pangan bisa 40%, 50%, atau bahkan 60% dari bobot pengeluaran mereka. Jadi penurunan inflasi pangan itu betul-betul dampak sosialnya sangat besar untuk mensejahterakan rakyat. Maka dari itu, mari kita sekali lagi, galakkan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan," tegas Perry. 

Dia mengatakan, jika melihat rakyat sengsara, jangan dibiarkan, ini seperti pepatah tetua bahasa Jawa, "yen abot aja disonggoh dhewe", jangan biarkan masyarakat menanggung beban beratnya sendiri. 

"Maka dari itu, mari kita segera melakukan operasi pasar agar harga-harga cabai, bawang, telur, daging bisa turun. Minyak goreng sudah turun, semoga tidak naik lagi. Ini supaya angka inflasi 10,47% turun di kisaran 5-6%. Di pusat sedang dikoordinasikan supaya gubernur, bupati, walikota bisa menggunakan anggaran daerahnya untuk melakukan operasi pasar, karena ada beberapa yang takut menggunakan anggaran untuk operasi pasar karena takut bertubrukan dengan hukum," jelas Perry. 

Dalam kesempatan yang sama, dia juga berpesan kepada anggota Komisi XI DPR RI Andreas Eddy Susetyo yang telah menjembatani, dan supaya upaya Pemda menggunakan anggaran daerah untuk operasi pasar dalam upaya menurunkan inflasi pangan tidak menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD