AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Hasil Survei Ungkap Vaksinasi Dongkrak Optimisme Pemulihan Ekonomi

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Rabu, 28 Juli 2021 15:42 WIB
Mayoritas masyarakat opstimis perekonomiannya akan membaik pasca vaksinasi covid 19.
Mayoritas masyarakat opstimis perekonomiannya akan membaik pasca vaksinasi covid 19. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pada survey yang dilakukan oleh Alvara Strategi bersama Inventure pada Juni 2021 lalu, menyimpulkan bahwa mayoritas masyarakat opstimis perekonomiannya akan membaik pasca vaksinasi covid 19.

Pasalnya konsumen menjadi lebih tenang untuk melakukan kegiatannya diluar rumah jika herd immunity sudah terbentuk di tengah masyarkat. Menurut survey tersebut, sebanyak 59,5 persen responden konfiden akan pulihnya ekonomi Indonesia pada akhir 2021.

Hal tersebut juga dikonfirmasi oleh Aviliani, pengamat ekonomi, bahwa ada optimisme dari masyarakat ketika vaksin mulai dilakukan di Indonesia.

"Sejak 2021, ada optimisme dari masyarakat terutama ketika vaksin itu mulai berada di Indonesia dan dilakukan kepada masyarakat, jadi mereka melihat vaksin ini sebagai katalisator bahwa ekonomi itu akan pulih." Aviliani dalam acara Indonesia Industry Outlook 2021, yang dilakukan secara daring, Rabu (28/7/2021).

Aviliani melihat, pada triwulan kedua memang menunjukan adanya perbaikan, hal tersebut terlihat dari daya beli masyarakat terhadap barang kosumsi dan ritel.

"jadi kalau kita lihat di triwulan dua, itu menunjukan memang ada perbaikan. Memang  BPS belum mengeluarkan data, tapi itu dapat terlihat dari penjualan ritel, penjualan makanan dan minuman, dan beberapa penjualan itu mulai meningkat." Ujarnya

Selanjutnya, pada triwulan ketiga, aviliani melihat, ketika adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat hingga perpanjangan saat ini, ada penurunan kembali pada daya beli masyarakat, hal itu juga dilihat pada sektor yang sama.

Hal tersebut disebabkan karena masyarakat menjadi lebih banyak pengeluaran sekundernya ketimbang pengeluaran primer.

"Secara total dari konsumsi sudah jauh lebih rendah dari pada sekunder, jadi ketika sekundernya itu terhenti, karena orang sekarang lebih fokus pada kebutuhan primer, maka kecenderungannya pertumbuhan dari konsumsinya turun drastis." Sambungnya

Meskipun demikian, Aviliani menyebut akan ada perbaikan konidisi ekonomi seiring pelonggaran PPKM jika dilakukan pada triwulan ke empat. Namun Aviliani memberikan catatan jika perbaikan yang akan terjadi tidak disesuai dengan yang diproyeksikan oleh pemerintah.

"Kenapa, karena akan banyak anggaran pemerintah yang digunakan untuk pembangunan, akan dikontribusikan untuk kesehatan terlebih dahulu," ujarnya. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD