AALI
9275
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2420
ACES
725
ACST
193
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
800
ADMF
8150
ADMG
177
ADRO
3250
AGAR
312
AGII
2230
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
155
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1550
AKRA
1155
AKSI
274
ALDO
750
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
194
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
546.06
0.84%
+4.57
IHSG
7173.91
0.57%
+40.45
LQ45
1024.64
0.82%
+8.28
HSI
19812.78
-0.55%
-109.67
N225
28963.25
-0.89%
-259.52
NYSE
15734.11
-0.71%
-112.68
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
837,319 / gram

Hasil Uji Klinis Vaksin Dosis Ketiga, Satgas Sebut Tidak Ada Indikasi KIPI Berat

ECONOMICS
Binti Mufarida
Selasa, 04 Januari 2022 19:17 WIB
Prof Wiku Adisasmito mengatakan dari hasil uji klinis vaksin booster dosis ketiga tidak ada indikasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) berat.
Hasil Uji Klinis Vaksin Dosis Ketiga, Satgas Sebut Tidak Ada Indikasi KIPI Berat
Hasil Uji Klinis Vaksin Dosis Ketiga, Satgas Sebut Tidak Ada Indikasi KIPI Berat

IDXChannel - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito mengatakan dari hasil uji klinis vaksin booster dosis ketiga tidak ada indikasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) berat.

Pemerintah memastikan vaksin booster akan dimulai pada 12 Januari 2022 mendatang. Sementara itu, vaksin yang digunakan menunggu rekomendasi yang dikeluarkan oleh ITAGI dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Vaksinasi booster dosis ketiga program vaksin booster dosis ketiga rencananya akan dilakukan pada tanggal 12 Januari mendatang sesuai target WHO pada trimester pertama tahun 2022, setelah dikeluarkannya rekomendasi resmi dari ITAGI dan Badan POM jenis vaksin yang akan digunakan,” kata Prof Wiku saat Konferensi Pers secara virtual, Selasa (4/1/2022).

“Sejauh ini telah dilakukan uji klinis pemberian booster vaksin dan ditemukan tidak ada indikasi KIPI berat pada subjek,” kata dia.

Dia juga mengatakan rentang penyuntikan dosis kedua dengan booster ketiga ini minimal adalah 6 bulan. “Dan direkomendasikan bahwa rentang antara penyuntikan dosis kedua dan ketiga minimal 6 bulan setelahnya.”

“Dosis ketiga ini nantinya akan terlebih dahulu diberikan kepada populasi berusia 18 tahun dan berdomisili di kabupaten kota yang telah memenuhi cakupan dosis pertama kepada minimal 70% penduduk. Dan vaksin dosis kedua kepada minimal 60% jumlah penduduk,” kata Prof Wiku. 

(NDA) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD