AALI
9975
ABBA
288
ABDA
7200
ABMM
1395
ACES
1370
ACST
202
ACST-R
0
ADES
3660
ADHI
890
ADMF
7600
ADMG
197
ADRO
2270
AGAR
350
AGII
1435
AGRO
1510
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
72
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
825
AKSI
795
ALDO
1320
ALKA
384
ALMI
294
ALTO
238
Market Watch
Last updated : 2022/01/14 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.74
0.24%
+1.24
IHSG
6693.40
0.53%
+35.05
LQ45
952.95
0.25%
+2.36
HSI
24383.32
-0.19%
-46.45
N225
28124.28
-1.28%
-364.85
NYSE
0.00
-100%
-17166.28
Kurs
HKD/IDR 1,832
USD/IDR 14,293
Emas
840,167 / gram

Hindari Perburukan Pasien Covid-19, Kadinkes Minta Menkes Beri Kewenangan Puskesmas Lakukan Hal Ini

ECONOMICS
Jonathan Simanjuntak/MPI
Sabtu, 10 Juli 2021 15:54 WIB
Kadinkes dorong Menkes untuk izinkan Puskesmas berikan antivirus kepada pasien Covid-19 dengan gejala buruk.
Pasien Covid-19 (Ilustrasi)
Pasien Covid-19 (Ilustrasi)

IDXChannel - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta, Widyastuti mendorong Kementerian Kesehatan untuk memberikan kewenangan kepada Puskesmas. Adapun kewenangan tersebut untuk memberikan antivirus kepada pasien bergejala Covid-19.

“Beberapa kegiatan yang sudah kita lakukan bersama adalah kita meminta kepada Kemenkes untuk memberikan kewenangan puskesmas untuk membolehkan memberikan antivirus,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) DKI Jakarta, Widyastuti dalam konferensi pers secara melalui zoom, Sabtu (10/07/2021)

Dia menambahkan hal ini diperlukan guna menghindari adanya pasien tanpa gejala menjadi bergejala. Lebih lanjut hal tersebut juga dapat meminimalisir penuhnya fasilitas kesehatan dan berimbas tidak ditanganinya pasien bergejala sedang menuju berat.

“Kalau yang dulu obat itu hanya sifatnya roboransia atau vitamin dan obat-obat untuk gejala, saat ini sudah didorong sudah dengan cepat diberikan antivirus,” lanjutnya

Lebih lanjut, Widyastuti menambahkan pihaknya dan Kemenkes telah menjalankan suatu program telemedicine. Hal ini untuk mengontrol langsung pasien terkonfirmasi positif Covid-19 untuk mendapatkan penanganan yang lebih cepat.

“Sejak terdiagnosa melalui PCR positif, itu sudah diberikan intervensi konsultasi oleh tim pendamping dan pemberian obat-obat. Semoga dengan seperti ini bisa mencegah yang ringan dan OTG tidak menjadi lebih ke arah sedang dan berat," tutupnya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD