AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Hingga Juli, Stimulus Listrik Sudah Terealisasi Rp7,2 Triliun

ECONOMICS
Oktiani Endarwati
Kamis, 29 Juli 2021 20:32 WIB
Penerapan PPKM Level 4 membuat Pemerintah memperpanjang subsidi diskon tarif listrik sampai akhir tahun.
Hingga Juli, Stimulus Listrik Sudah Terealisasi Rp7,2 Triliun (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Penerapan PPKM Level 4 membuat Pemerintah memperpanjang subsidi diskon tarif listrik untuk rumah tangga pelanggan 400 VA - 900 VA dan Industri Bisnis sampai Desember 2021.

Dalam hal ini, Direktur Niaga dan Pelayanan PT PLN (Persero) Bob Saril, PT PLN (Persero) menyatakan kesiapan PLN untuk menjalankan penugasan yang diberikan pemerintah untuk memperpanjang stimulus ketenagalistrikan bagi pelanggan tertentu.

"PT PLN siap melaksanakan penugasan dari pemerintah sebagaimana yang sebelumnya sudah kami lakukan. Kami sudah melakukan penyaluran listrik kepada sekitar 31,94 juta pelanggan untuk periode bulan Januari sampai Juli 2021, dengan nilai Rp7,2 Triliun," ujar Bob dalam Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang dilakukan secara daring, Kamis (29/7/2021).

Bob menambahkan, awal bulan Juli 2021 telah ditetapkan perpanjangan Program Stimulus Keringanan Pembayaran/Pembelian Listrik untuk triwulan III dengan perkiraan anggaran adalah sebesar Rp2,51 Triliun, di mana besaran diskon yang diberikan kepada masyarakat sama dengan besaran program stimulus triwulan II Tahun 2021, yaitu untuk konsumen R1/I1/B1 450 VA besaran stimulusnya sebesar 50%, konsumen R1 900 VA 25% dan program relaksasi Sosial, Bisnis dan Industri sebesar 50%.

Dia mengatakan, jumlah penerima bantuan periode bulan Juli hingga Desember 2021 mengalami kenaikan. Pertama tentu karena adanya penambahan pelanggan dari daerah 3T (terluar, tertinggal, terdepan) yang memang disubsidi. Kemudian ada juga pelanggan-pelanggan golongan pelanggan tidak mampu yang datanya masuk di Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

"Data hasil pendataan terakhir yang sudah disetujui oleh Direktorat Jenderal ketenagalistrikan dan yang disetujui Kementerian Sosial. Semua itu kita masukkan juga kepada pelanggan yang mendapat subsidi," jelas Bob. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD