AALI
9350
ABBA
284
ABDA
0
ABMM
2430
ACES
730
ACST
202
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
795
ADMF
8125
ADMG
176
ADRO
3170
AGAR
322
AGII
2240
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
112
AHAP
104
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
156
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1530
AKRA
1160
AKSI
270
ALDO
750
ALKA
294
ALMI
300
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/16 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.51
0.4%
+2.15
IHSG
7103.58
0.15%
+10.31
LQ45
1009.34
0.35%
+3.55
HSI
19938.56
-0.51%
-102.30
N225
28864.25
-0.03%
-7.53
NYSE
15794.33
-0.06%
-10.05
Kurs
HKD/IDR 190
USD/IDR 14,725
Emas
843,472 / gram

Holding BUMN Industri Pertahanan Cetak Laba Rp20,75 T di 2021

ECONOMICS
Arif Budianto/Kontributor
Kamis, 30 Juni 2022 15:22 WIB
Holding BUMN industri pertahanan Defend Id cetak laba bersih Rp20,75 triliun di 2021.
Holding BUMN Industri Pertahanan Cetak Laba Rp20,75 T di 2021 (Dok.MNC)
Holding BUMN Industri Pertahanan Cetak Laba Rp20,75 T di 2021 (Dok.MNC)

IDXChannel - Lima perusahaan dalam holding BUMN industri pertahanan (Defend Id) mencatat laba bersih tahun buku 2021 sebesar Rp20,75 triliun. Laba tahun lalu mengalami kenaikan seiring dikerjakannya kontrak baru. 

Pemaparan laba perusahaan ini disampaikan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang diikuti PT Len Industri (Persero) selaku induk holding, PT Dahana, PT Pindad, PT PAL, dan PT Dirgantara Indonesia di Hotel Shangri-La, Jakarta (29/06/2022).

PT Len, PT DI, PT PAL, PT Pindad dan PT Dahana secara maraton melaporkan Kinerja Usaha Tahun Buku 2021 kepada KBUMN selaku pemegang saham Seri A dan PT Len Industri selaku pemegang saham Seri B di mana RUPS dipimpin oleh Bobby Rasyidin.

Secara umum, keempat anggota Defend Id tersebut mampu meraup kinerja positif dengan mencetak pendapatan usaha konsolidasi sebesar Rp15,97 triliun. EBITDA konsolidasi sebesar Rp1,49 triliun, laba tahun berjalan konsolidasi sebesar Rp36 miliar, dan jumlah aset konsolidasi sebesar Rp40,96 triliun.

Holding Defend Id secara keseluruhan juga mampu meraup pundi-pindi kotrak baru sepanjang 2021 sebesar Rp23,47 triliun. 

Sementara PT Len Industri menyampaikan Laporan Kinerja Usaha Tahun Buku 2021 kepada Kementerian BUMN (KBUMN). RUPS dipimpin oleh Asisten Deputi Industri Manufaktur KBUMN Liliek Mayasari selaku perwakilan pemegang saham. 

Laporan tersebut merupakan konsolidasi Len dan 4 anak usahanya (PT Eltran Indonesia, PT Surya Energi Indotama, PT Len Railway Systems dan PT Len Telekomunikasi Indonesia) karena DEFEND ID baru resmi dibentuk per 2 Maret 2022. 

Di tahun buku 2021, Len berhasil meraup pendapatan usaha sebanyak Rp4,78 triliun atau naik 57% dari tahun sebelumnya, atau 98% dari target di awal tahun. Pendapatan 2021 berasal dari lini bisnis elektronika pertahanan 21%, ICT 27%, transportasi perkeretaapian 27%, dan renewable energy 24%. Sementara itu, EBITDA dan laba bersih tahun buku 2021 tercatat sebesar Rp261 miliar dan Rp36,1 miliar. 

Di akhir tahun 2021, Len juga berhasil mengantongi kontrak on-hand total senilai Rp10,27 triliun atau naik 39% dari tahun sebelumnya. Angka ini berasal dari kontrak baru di sepanjang tahun 2021 sebesar Rp5,9 triliun dan carry-over dari tahun sebelumnya Rp4,3 triliun (multiyears project).

Total perolehan kontrak tersebut mencapai 99% dari RKAP 2021, di mana kontrak terbesar berasal dari Lini Bisnis Elektronika Pertahanan sebesar 39% atau Rp3,95 triliun.

Menurut Direktur Utama PT Len Industri, Bobby Rasyidin, kinerja tahun 2021 dipengaruhi oleh faktor eksternal antara lain wabah covid yang mengakibatkan refocusing dan realokasi APBN 2021, mobilitas barang dan tenaga kerja menjadi terhambat, lockdown di negara tujuan ekspor, serta persaingan dalam bisnis pertahanan yang semakin terbuka dari luar negeri. Kinerja juga dipengaruhi oleh faktor internal perusahaan dalam hal kurangnya modal kerja.  

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD