AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Industri Otomotif Disebut Hadapi Banyak Tantangan di 2022, Apa Itu?

ECONOMICS
Azfar Muhammad
Senin, 27 Desember 2021 12:12 WIB
Tantangan yang besar bagi pelaku industri otomotif salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi,
Industri Otomotif Disebut Hadapi Banyak Tantangan di 2022, Apa Itu? (FOTO:MNC Media)
Industri Otomotif Disebut Hadapi Banyak Tantangan di 2022, Apa Itu? (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Ketua Satu Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto mengatakan tantangan industri otomotif pada 2021 adalah salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi.  

"Tantangan yang besar bagi pelaku industri otomotif salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi, kita harapkan pertumbuhan ekonomi indonesia terus meningkat dan bisa stabil di angka 5 persen sebagaimana dicanangkan oleh Pemerintah," kata Ketua Satu Gaikindo, Jongkie Sugiarto dalam program Market Review IDX Channel, Senin (27/12/2021). 

Menurut Jongkie,  jika pertumbuhan ekonomi Indonesia terus mengalami peningkatan dan bertahan hingga 6 persen itu akan berdampak pada penjualan industri otomotif di tahun 2022 mendatang. 

"Itu sangat bagus berarti ekonomi indonesia bergulir, tentu diperlukan kita harap capaian tersebut dapat mengundang sejumlah investor melalui investasi dari luar dengan bebagai pembangunan infrastruktur," tambahnya. 

Hal tersebut membuat sejumlah pembangunan infrastruktur yang berjalan ditambah harga komoditas terus meningkat.  

"Akibatnya kebutuhan tersebut sangat dibutuhkan dalam cukup sangat luas, sehingga kebutuhan alat angkut darat mulai meningkat," urainya. 

Untuk sebaran angka penjualan industri otomotif, tak hanya di Pulau Jawa tapi tapi merata di kawasan pulau non jawa seperti Sumatera dan kalimantan. 

"Disana juga ada pembangunan infrastruktur dari bandara, pelabuhan dan lainnya ini kan sama-sama bergerak dan kita kedepan berharap sebaran ini kendaran meningkat didorong penjualan hingga ppnbm dan kita juga berharap ppnbm ini terus dilanjutkan,” tandasnya.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD