AALI
9950
ABBA
408
ABDA
0
ABMM
1560
ACES
1260
ACST
240
ACST-R
0
ADES
2990
ADHI
1075
ADMF
7800
ADMG
202
ADRO
1935
AGAR
328
AGII
1475
AGRO
2230
AGRO-R
0
AGRS
186
AHAP
73
AIMS
432
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1080
AKRA
4330
AKSI
400
ALDO
860
ALKA
238
ALMI
248
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/12/09 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.28
0.9%
+4.55
IHSG
6643.93
0.61%
+40.13
LQ45
952.51
0.73%
+6.92
HSI
24254.86
1.08%
+257.99
N225
28725.47
-0.47%
-135.15
NYSE
0.00
-100%
-16853.57
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,345
Emas
823,818 / gram

Janji Kelola dengan Hati-hati, Menkeu Minta Masyarakat Jangan Musuhi Utang

ECONOMICS
Rina Anggraeni
Selasa, 28 September 2021 17:25 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, meminta masyarakat agar tidak memandang utang sebagai musuh.
Janji Kelola dengan Hati-hati, Menkeu Minta Masyarakat Jangan Musuhi Utang. (Foto: MNC Media)
Janji Kelola dengan Hati-hati, Menkeu Minta Masyarakat Jangan Musuhi Utang. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, meminta masyarakat agar tidak memandang utang sebagai musuh. Dia mengatakan, utang merupakan instrumen keuangan yang memiliki fungsi dan kegunaan bagi ekonomi Indonesia.

"Ini bukan mudah karena di Indonesia memiliki lingkungan politik yang mana instrumen itu dianggap perlu diedudaksi ke publik. Utang adalah instrumen, dia bukan sesuatu yang dimusuhi tapi untuk instrumen kebijakan dan kita tetap kelola dengan hati-hati," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (28/9/2021).

Menurutnya, pola pikir mengenai utang harus diubah. Apalagi, Indonesia meyakini telah mengelola utang dan pinjaman dengan sangat baik.

"Kita ingin membawa pemikiran Indonesia dan persepketif mampu mengelola pinjaman. Instrumen pinjaman dan interkasi dengan dunia Internasional melalui lembaga multiteral dengan hasil terbaik," katanya.

Dia menambahkan banyak partai politik terus mempermasalahkan utang dan pinjaman yang dilakukan Pemerintah. Namun, kementerian berkomitmen dan menunjukkan bukti dalam mengelola utang dan pinjaman yang dilakukan dengan baik.

"Kita tunjukan bukti kita mengelala utang dan pinjaman secara berhati-hati dan kita berhasil. Kita mampu mengelola keuangan negara dan mampu mengantisipasi risiko perubahan baik perekonomian maupun global," tandasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD