AALI
9750
ABBA
284
ABDA
6250
ABMM
1355
ACES
1205
ACST
187
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
172
ADRO
2180
AGAR
362
AGII
1435
AGRO
1275
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
725
AKSI
750
ALDO
1305
ALKA
296
ALMI
288
ALTO
242
Market Watch
Last updated : 2022/01/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.20
-0.08%
-0.40
IHSG
6554.11
-0.21%
-14.06
LQ45
938.00
-0.14%
-1.34
HSI
24247.54
0.02%
+3.93
N225
27044.27
-0.32%
-87.07
NYSE
16340.32
-0.45%
-73.65
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,325
Emas
851,136 / gram

Jelang Nataru, PO Kampung Rambutan Minta Pemerintah Tidak Berlakukan Lockdown Covid-19

ECONOMICS
Oktorizi Alpino
Rabu, 24 November 2021 08:38 WIB
PO Bus AKAP di Terminal Kampung Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur meminta pemerintah tidak memberlakukan lockdown saat Nataru.
Terminal Bus Kampung Rambutan (MPI)
Terminal Bus Kampung Rambutan (MPI)

IDXChannel - Perusahaan Otobus (PO) antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Kampung Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur meminta pemerintah tidak memberlakukan lockdown atau larangan bepergian menjelang libur natal dan tahun baru (Nataru).

Perwakilan PO Almira, Andi (31) mengatakan, rencana pemerintah untuk kembali menaikkan level PPKM dapat membuat pemgusaha bus mengalami kerugian besar. Hal itu disebabkan karena tidak ada pendapatan yang masuk lantaran ketiadaan penumpang.

"Kalau bisa jangan ada lockdown lagi, kita benar-benar udah enggak punya pemasukan. Kemarin aja baru ada penutupan terminal dua bulan lebih," kata Andi di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur Selasa (23/11/2021).

Padahal menurut dia, sebelum Covid-19 melanda jumlah keberangkatan penumpang per hari di Terminal Kampung Rambutan mencapai angka 2.000 hingga 2.500 orang. Namun saat ini jumlah tersebut merosot tajam menjadi 100 per hari.

"Baru ini setelah PPKM turun kemarin ada lagi penumpang. Bersyukur banget mulai ada lagi pemasukan. Harapannya jangan ditutup lagi biar aja berjalan seperti biasa," ujarnya.

Dia menuturkan, apabila pemerintah kembali memberlakukan aturan lockdown maka roda perekonomian pengusaha bus  akan semakin merana. Pasalnya, aturan itu dinilai tidak masuk akal karena hampir semua warga Jakarta saat ini sudah mendapatkan vaksin.

"Jangan sampai ada larangan bepergian lagi. Kalau terus begitu ekonomi rakyat kecil semakin sulit dan banyak yang menjerit," tuturnya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD