AALI
9975
ABBA
288
ABDA
7200
ABMM
1395
ACES
1370
ACST
202
ACST-R
0
ADES
3660
ADHI
890
ADMF
7600
ADMG
197
ADRO
2270
AGAR
350
AGII
1435
AGRO
1510
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
72
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
825
AKSI
795
ALDO
1320
ALKA
384
ALMI
294
ALTO
238
Market Watch
Last updated : 2022/01/14 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.74
0.24%
+1.24
IHSG
6693.40
0.53%
+35.05
LQ45
952.95
0.25%
+2.36
HSI
24383.32
-0.19%
-46.45
N225
28124.28
-1.28%
-364.85
NYSE
0.00
-100%
-17166.28
Kurs
HKD/IDR 1,832
USD/IDR 14,293
Emas
840,167 / gram

Jokowi Resmi Terbitkan PP PMN untuk Tiga BUMN, Ini Besarannya

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Senin, 11 Oktober 2021 17:14 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) ihwal penyertaan modal negara (PMN) untuk tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Jokowi Resmi Terbitkan PP PMN untuk Tiga BUMN, Ini Besarannya. (Foto: MNC Media)
Jokowi Resmi Terbitkan PP PMN untuk Tiga BUMN, Ini Besarannya. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) ihwal penyertaan modal negara (PMN) untuk tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Di mana besaran penambahan modal disebutkan masing-masing PP tersebut.

Ketiganya BUMN yang mendapatkan PMN antara lain PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau BPUI, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, dan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero).

Persetujuan PMN ketiga BUMN itupun diterbitkan secara terpisah oleh Kepala Negara. Misalnya PMN untuk BPUI ditetapkan melalui PP Nomor 102 Tahun 2021, dimana, perseroan memperoleh dana segar sebesar Rp20 triliun. 

Pemberian dana tersebut bertujuan memperbaiki struktur modal dan meningkatkan kapasitas usaha perusahaan. Langkah itu sekaligus mendukung penguatan industri asuransi di Indonesia, termasuk menyelesaikan persoalan pemegang polis PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang telah direstrukturisasi atau dialihkan kepada BPUI atau IFG. 

Sementara PMN PLN ditetapkan dalam PP Nomor 103 Tahun 2021. Beleid ini mencatat, PLN perlu menerima dana segar pemerintah sebesar Rp802 miliar untuk memperbaiki struktur permodalan dan meningkatkan kapasitas usaha. 

"Untuk memperbaiki struktur permodalan dan meningkatkan kapasitas usaha, perlu melakukan penambahan PMN," demikian bunyi beleid tersebut, dikutip Senin (11/10/2021). 

Selanjutnya, PMN Aviasi Pariwisata Indonesia ditetapkan melalui PP Nomor 104 Tahun 2021. Dalam skemanya, pemerintah memberikan PMN dengan mengalihkan saham seri B ke perseroan. 

Adapun rincian pengalihan saham ke Aviasi Pariwisata Indonesia diantaranya: 

1. 101.699 Saham seri B dari Hotel Indonesia Natour (Persero);
2. 46.849 Saham seri B dari PT Sarinah (Persero);
c. 249.999 Saham seri B dari PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero);
d. 6.414.411 Saham seri B dari PT Angkasa Pura I (Persero); dan,
e. 15.971.651 Saham seri B dari PT Angkasa Pura II (Persero).

(TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD