AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

Klaim Angka Absolut Covid Nataru Kecil, MenkoPMK: 179 Kasus

ECONOMICS
Carlos Roy Fajarta Barus
Senin, 17 Januari 2022 23:26 WIB
Menko PMK menyebut angka absolut Covid pada periode Nataru relatif kecil.
Klaim Angka Absolut Covid Nataru Kecil, MenkoPMK: 179 Kasus (Dok.MNC Media)
Klaim Angka Absolut Covid Nataru Kecil, MenkoPMK: 179 Kasus (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebutkan meski prosentase kasus Covid-19 selama libur Nataru 2021-2022 melonjak namun angka absolut nya tergolong kecil.

Hal tersebut ia sampaikan dalam rapat evaluasi terkait penyelenggaraan penanganan Covid-19 selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021-2022 pada Senin (17/1/2022).

Muhadjir Effendy mengungkapkan secara persentase, peningkatan kasus harian dan kasus aktif Covid-19 selama periode Nataru 2021 melonjak jauh lebih tinggi yaitu sebesar 258% dibandingkan saat Nataru 2020 yang rata-rata hanya 52%.

Akan tetapi sebaliknya, jika melihat dari angka absolut kata Muhadjir Effendy kenaikannya tidak terlalu signifikan. Ia membandingkan pada 2020 lalu angkanya sebesar 6.347 kasus sedangkan pada tahun 2021 hanya 179 kasus. Bahkan pada 15 Januari 2022 lalu berjumlah 1.054 kasus atau lebih rendah dibanding tanggal yang sama tahun 2021 sebanyak 2.218 kasus.

“Jadi secara persentase kenaikannya memang sangat tajam, tapi secara angka absolut relatif kecil. Mudah-mudahan pasca Nataru kita akan bisa lebih menekan seminim mungkin lonjakan kasus sehingga nanti di samping secara angka tidak terlalu drastis peningkatannya juga kurvanya lama-lama bisa turun secara drastis,” ujar Muhadjir Effendy.

Dalam menangani kasus Omicron, baik yang bersumber dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) ataupun karena transmisi lokal, Muhadjir Effendy menyebutkan pemerintah terus memantau penerapan protokol kesehatan (prokes), penggunaan aplikasi Peduli Lindungi, percepatan vaksinasi termasuk booster. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD