AALI
9975
ABBA
300
ABDA
6550
ABMM
1400
ACES
1270
ACST
192
ACST-R
0
ADES
3430
ADHI
835
ADMF
7600
ADMG
182
ADRO
2270
AGAR
362
AGII
1400
AGRO
1250
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
69
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
795
AKSI
705
ALDO
1285
ALKA
304
ALMI
0
ALTO
256
Market Watch
Last updated : 2022/01/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.35
-1.24%
-6.36
IHSG
6662.67
-0.95%
-63.70
LQ45
948.48
-1.18%
-11.28
HSI
24735.70
-0.92%
-229.85
N225
27526.75
0.02%
+4.49
NYSE
16397.34
-1.6%
-266.43
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
846,663 / gram

Kuliner Lokal di Cimahi Kian Menjamur di Tengah Pandemi 

ECONOMICS
Adi Haryanto
Jum'at, 29 Oktober 2021 20:17 WIB
Pemkot Cimahi saat ini terus membangkitkan kondisi perekonomian daerah yang merosot akibat pandemi COVID-19 yang terjadi sejak awal tahun 2020.
Ilustrasi bisnis kuliner
Ilustrasi bisnis kuliner

IDXChannel - Pemkot Cimahi saat ini terus membangkitkan kondisi perekonomian daerah yang merosot akibat pandemi COVID-19 yang terjadi sejak awal tahun 2020. Bahkan akibat pandemi berkepanjangan tidak sedikit usaha yang gulung tikar atau mengurangi karyawannya agar tetap bisa bertahan dalam kondisi sulit. 

Kepala Bidang Koperasi Usaha Mikro, Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi, Rina Mulyati mengatakan, dari 7.000 usaha mikro yang ada di Cimahi hanya 3.000 yang melakukan produksi sedang sisanya merupakan usaha jasa.

"Sebagian dari usaha itu pada saat Pandemi COVID-19 banyak yang tutup karena omsetnya berkurang, walaupun ada juga yang masih coba bertahan untuk usaha kuliner," ucapnya, Jumat (29/10/2021).

Beberapa di antaranya usaha cemilam kuliner yang diekspore, karena ada permintaan dari negara asal. Hanya saja mereka yang sudah melakukan ekspor rata-rata masih menggunakan jasa titipan (jastip) dari importir di Jakarta. Bila sebelum pandemi jumlah usaha kecil yang terdaftar mencapai 7.000 unit usaha, namun dimasa pandemi jumlah pelaku usaha semakin banyak. 

"Saat pengajuan Nantuan Presiden Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahun 2021 saja ada sebanyak 44.000 proposal yang masuk. Itu bisa saja mereka yang pekerjaannya terdampak, lalu membuka usaha sendiri," tuturnya.

Untuk itu pihaknya berupaya memberikan pembinaan dan pelatihan kepada pengusaha mikro kecil dan menengah. Sebab selama ini yang paling dirasa sulit oleh para pelaku usaha adalah di marketing dengan memanfaatkan teknologi digital. Agar produk mereka bisa dijual di marketplace dan media sosial.

Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana  menyebutkan, pengembangan semangat kewirausahaan dalam rangka ekonomi kreatif sudah menjadi program prioritas. Itu menjadi sangat penting karena Kota Cimahi tidak memiliki sumber daya alam, sehingga tidak mungkin mengandalkan pendapatan asli daerah dari sektor tersebut. 

"Pembangunan ekonomi kota Cimahi melakukan pendekatan klaster industri dalam konsep pengembangan ekonomi lokal. Artinya usaha yang dikembangkan di kota Cimahi tidak hanya usaha yang menghasilkan produk saja tetapi juga bisa jasa dan makanan," tandasnya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD