AALI
9750
ABBA
226
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1470
ACST
290
ACST-R
0
ADES
1675
ADHI
1175
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1110
AGRO
940
AGRO-R
0
AGRS
456
AHAP
71
AIMS
530
AIMS-W
0
AISA
280
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3370
AKSI
785
ALDO
890
ALKA
254
ALMI
236
ALTO
320
Market Watch
Last updated : 2021/05/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
472.68
-0.2%
-0.95
IHSG
5970.24
-0.09%
-5.67
LQ45
888.95
-0.17%
-1.47
HSI
28637.46
0.77%
+219.46
N225
29331.37
1.8%
+518.74
NYSE
16348.41
0.36%
+59.14
Kurs
HKD/IDR 1,841
USD/IDR 14,315
Emas
824,769 / gram

Kunjungan Wisman ke Jatim Anjlok Nyaris 100%

ECONOMICS
Lukman Hakim/Sindo
Senin, 05 April 2021 11:55 WIB
Akibat pandemi covid-19 dan ditutupnya akses bandara untuk wisatawan asing, membuat kunjungan wisatawan (wisman) ke Jawa Timur anjlok nyaris 100%. 
Kunjungan Wisman ke Jatim Anjlok Nyaris 100% (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Akibat pandemi covid-19 dan ditutupnya akses bandara untuk wisatawan asing, membuat kunjungan wisatawan (wisman) ke Jawa Timur anjlok nyaris 100%. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, angka wisman ke Jawa Timur (Jatim) bulan Februari 2021 mencapai 69 kunjungan. Angka tersebut naik sebesar 245% dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang hanya mencapai 20 kunjungan. Dibandingkan dengan bulan yang sama tahun 2020, jumlah wisman turun 99,41% yaitu dari 11.700 kunjungan.
 
“Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang terdampak langsung dan paling terpukul saat pandemi COVID-19. Hal ini terlihat pada jumlah kunjungan wisman ke Indonesia dan khususnya ke Jatim yang turun drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya,” kata Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Umar Sjaifudin dalam rilisnya, Senin (5/4/2021).
 
Dia menambahkan, hal ini terlihat dari jumlah kunjungan wisman yang masuk Jatim sepanjang tahun 2020 hanya mencapai 34.977 kunjungan. Jumlah ini merupakan yang terendah dalam 5 tahun terakhir. 

Memasuki tahun 2021 kondisi sektor pariwisata belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan dikarenakan pandemi COVID-19 di Indonesia yang masih belum berakhir. “Ke depan, ketika kondisi sudah normal, dengan tatanan yang baru, tentunya diperlukan upaya yang cukup berat untuk memulihkan kondisi pariwisata, khususnya kunjungan wisman ke Jatim,” tandas Umar.
 
Data BPS Jatim menunjukkan, pada bulan Februari 2021, wisman yang masuk ke Jatim mayoritas Korea selatan sebanyak 12 orang. Disusul Jepang sebanyak 8 orang, serta Tiongkok dan Amerika Serikat sebanyak 5 orang. Jumlah tersebut mencapai 43,48% dari total kunjungan wisman ke Jatim. “Sedangkan sisanya sebesar 56,52%  berasal dari negara lain, termasuk 16 orang warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri,” ujar Umar.
 
Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisman ke Jatim periode Januari - Februari 2021 sebanyak 89 kunjungan. Dibanding periode yang sama tahun 2020, jumlah kunjungan wisman ke Jatim turun 99,69%. Sementara itu, selama periode tersebut jumlah kunjungan wisman yang berkebangsaan Korea Selatan merupakan yang terbanyak. Yakni 12 kunjungan. Disusul Jepang sebanyak 8 kunjungan serta Tiongkok dan Amerika Serikat dengan jumlah kunjungan wisman sebanyak 5 kunjungan. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD