AALI
10100
ABBA
418
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1410
ACST
268
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1125
ADMF
7925
ADMG
234
ADRO
1745
AGAR
350
AGII
1570
AGRO
2000
AGRO-R
0
AGRS
226
AHAP
64
AIMS
515
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
945
AKRA
4690
AKSI
458
ALDO
735
ALKA
248
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
510.76
-1.06%
-5.46
IHSG
6625.70
-0.27%
-18.04
LQ45
961.32
-0.98%
-9.47
HSI
26132.03
0.02%
+5.10
N225
28600.41
-0.71%
-204.44
NYSE
0.00
-100%
-17083.15
Kurs
HKD/IDR 1,820
USD/IDR 14,160
Emas
819,389 / gram

Laju Kasus Covid-19 Konsisten Turun Selama Delapan Pekan Berturut-turut

ECONOMICS
Binti Mufarida/Sindonews
Selasa, 14 September 2021 19:35 WIB
Laju kasus Covid-19 secara nasional konsisten mengalami penurunan selama 8 minggu berturut-turut .
Laju kasus Covid-19 secara nasional konsisten mengalami penurunan selama 8 minggu berturut-turut . (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengungkapkan laju kasus Covid-19 secara nasional konsisten mengalami penurunan selama 8 minggu berturut-turut sejak puncak kasus pada gelombang kedua Covid-19 pada Juli 2021 lalu.

“Per minggu ini laju kasus Nasional telah konsisten mengalami penurunan selama 8 Minggu berturut-turut,” ungkap Wiku saat Konferensi Pers secara virtual, Selasa (14/9/2021).

Wiku mengatakan kasus Covid-19 minggu ini turun 88,9% dibandingkan puncak kedua Juli lalu. “Kasus di minggu ini telah turun 88,9% dibandingkan puncak kedua. Bahkan jumlah kasus Minggu ini lebih rendah dibandingkan puncak pertama dan mendekati titik kasus terendah pada tanggal 10 Mei lalu.”

Wiku mengungkapkan penekanan kasus ini tercapai karena kerjasama pemerintah yang bergerak cepat menyusun kebijakan dan seluruh lapisan masyarakat yang kooperatif dalam menerapkannya dengan disiplin.

Selain itu, kata Wiku, langkah-langkah yang diambil adalah begitu kasus meningkat pemerintah langsung menetapkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM, yang dilanjutkan dengan pembatasan yang lebih ketat atau PPKM level 1 sampai dengan 4 yang dilaksanakan pada 26 Juli hingga saat ini.

Wiku mengatakan pemerintah juga mengatur perjalanan baik dalam negeri maupun luar negeri. Kebijakan tersebut setiap minggunya melalui rapat koordinasi rutin pusat dan daerah. “Dan akan terus disesuaikan dengan perkembangan kasus yang dinamika yang terjadi di masyarakat.”

“Respons cepat dalam peningkatan kesiapan fasilitas kesehatan juga menjadi modal utama dalam menghadapi lonjakan kasus,” paparnya. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD