AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Lonjakan Kasus 258 Persen di Nataru, Menko PMK: Omicron Salah Satu Pemicu

ECONOMICS
Muhammad Refi Sandi/MPI
Senin, 17 Januari 2022 20:10 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan kasus Covid-19 harian saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 meroket hingga 258 persen.
Lonjakan Kasus 258 Persen di Nataru, Menko PMK: Omicron Salah Satu Pemicu(Dok.MNC Media)
Lonjakan Kasus 258 Persen di Nataru, Menko PMK: Omicron Salah Satu Pemicu(Dok.MNC Media)

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan kasus Covid-19 harian saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 meroket hingga 258 persen dibanding Nataru 2021. Menurutnya salah satu penyebabnya masuknya varian Omicron di Indonesia.

"Perlu saya sampaikan bahwa perbandingan peningkatan kasus harian dan kasus aktif Covid-19 pasca Nataru 2020 dibanding 2021, pada Nataru 2020, itu kasus harian peningkatannya rata-rata 52% terhitung mulai dari tanggal 22 Desember 2020 sampai 15 Januari 2021," ucap Muhadjir kepada wartawan di Gedung Kemenko PMK, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (17/1/2022).

"Sekarang ini selama dalam hari yang sama dalam bulan yang sama dan dalam tahun 2021/2022, itu kenaikannya melonjak tajam 258% jadi ini salah satu faktornya adalah masuknya omicron," tambahnya.

Meski demikian Muhadjir menambahkan berdasarkan angka absolut tidak ada kenaikan yang signifikan.

"Hanya, memang kalau dilihat dari angka absolut memang kenaikannya tidak terlalu signifikan karena pada tahun 2020 pada tanggal yang sama, angka absolut kasusnya adalah 6.347 kasus. Sementara yang sekarang ini bulan yang sama di tahun 2021 itu hanya 179 kasus. Kemudian pada tanggal yg sama 15 Januari 2021, dibanding tanggal yang sama tahun 2022, kalau dulu kaussnya adalah 12.818 sekarang adalah 1.054," ucapnya.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu juga menekankan bahwa kenaikan kasus sangat tajam tapi angka absolutnya relatif kecil. Ia berharap kasus pasca nataru dapat ditekan secara maksimal.

"Jadi secara persentase kenaikannya sangat tajam tapi secara angka absolut relatif ekcil dan mudah-mudahan pasca Nataru ini kita akan lebih bisa menekan seminum mungkin lonjakan kasus sehingga nanti puncak kasus Covid-19 tahun 2021 disamping secara angka tidak terlalu drastis kenaikannya dan kalo bisa juga curvanya tidak lama-lama langsung turun juga secara drastis. Itu yang menjadi target kita dalam penanganan pasca Nataru," tuturnya. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD