AALI
9650
ABBA
226
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
790
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7275
ADHI
820
ADMF
8075
ADMG
176
ADRO
2950
AGAR
324
AGII
2090
AGRO
725
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1055
AKSI
294
ALDO
835
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.61
-0.34%
-1.85
IHSG
6996.46
-0.28%
-19.60
LQ45
1007.64
-0.31%
-3.10
HSI
22418.97
0.85%
+189.45
N225
27049.47
0.66%
+178.20
NYSE
0.00
-100%
-14811.55
Kurs
HKD/IDR 1,888
USD/IDR 14,835
Emas
871,303 / gram

Masih Ada Kepala Daerah Beli Barang Impor, Jokowi: Ini Masih Sabar Saya

ECONOMICS
Raka Dwi Novianto
Selasa, 24 Mei 2022 21:00 WIB
Presiden Jokowi masih menemukan ada kepala daerah tetap ngotot membeli barang impor.
Masih Ada Kepala Daerah Beli Barang Impor, Jokowi: Ini Masih Sabar Saya (FOTO: MNC Media)
Masih Ada Kepala Daerah Beli Barang Impor, Jokowi: Ini Masih Sabar Saya (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berulang kali meminta agar kepala daerah tidak menggunakan APBD untuk membeli barang impor. Namun, ia masih menemukan ada kepala daerah tetap ngotot membeli barang impor.

Apalagi Jokowi geram karena komitmen dari kementerian lembaga dan pemerintah daerah baru terealisasi Rp 110 triliun dari  yang telah disepakati belanja produk lokal sebesar Rp 802 triliun.

Jokowi pun mengaku mau membeberkan siapa saja daerah yang masih belum merealisasikan kesepakatan tersebut melalui sistem informasi rencana umum pengadaan atau SiRUP. Namun, dirinya masih menahan untuk membongkarnya.

"Ini komitmen 802 triliun, realisasi 110 triliun, tak tunjukin nanti. Ini masih sabar saya. Jangan dulu. Tunggu dulu," ujar Jokowi saat memberikan pengarahan terkait Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia di JCC, Jakarta, Selasa (24/5/2022). 

"Tapi nanti September atau Oktober kita ketemu, nih DKI Jakarta, nih Aceh, nih Sulsel, nih Jateng nih kabupaten A kabupaten B, kota A kota B, tak paparin semunya nanti. Mana yang memiliki komitmen bangsa dan negara, untuk beli produk dalam negeri dan mana yg suka beli produk asing. Akan keliatan nanti, platform kita gampang sekali dibuka," tegasnya.

Jokowi pun mewanti-wanti agar tidak menggunakan uang rakyat untuk dibelikan produk-produk impor. Sebab, menurutnya kondisi sekarang ini dalam mencari income dan devisa untuk negara dinilai sangat sulit. 

"Mencari devisa negara sangat sulit, uang di APBN APBD malah dibelikan barang produk luar, gimana ga salah. Salah besar sekali. Keliatan semuanya, 107 Pemda serapan masih 5%, bahkan yang 17 Pemda masih nol. Sebetulnya tadi mau saya tayangin tapi ndak nanti bulan-bulan September biar keliatan semuanya. Nih Pemda mana nih Kementrian lembaga mana biar kapok. Tayangkan, mana komitmennya 100 realisasi hanya 5 %," jelasnya.

Maka dari itu, Jokowi pun meminta agar semua pihak khususnya pemerintah daerah dan BUMN agar sama-sama memiliki perasaan dan kepekaan untuk dapat membeli produk-produk lokal 

"Sekali lagi kita harus memiliki perasaan yang sama kepekaan yang sama terhadap situasi yang tidak mudah ini. Dan ini akan ringan kalo kita gotong bersama, kita angkat bersama-sama. Kita harapkan betul-betul ini menetas dan terbukanya lapangan pekerjaan yang sebanyak-banyaknya dan mempengaruhi nanti pada pertumbuhan ekonomi Indonesia," tutupnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD