AALI
9725
ABBA
224
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1480
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1165
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1095
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
570
AHAP
71
AIMS
494
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3240
AKSI
785
ALDO
870
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
318
Market Watch
Last updated : 2021/05/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
468.07
-0.98%
-4.61
IHSG
5928.31
-0.7%
-41.93
LQ45
880.72
-0.93%
-8.22
HSI
28610.65
-0.09%
-26.81
N225
29357.82
0.09%
+26.45
NYSE
0.00
-100%
-16348.41
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,290
Emas
835,733 / gram

Mudik Dilarang, Ini Curhatan Masyarakat Indonesia

ECONOMICS
Abdullah M Surjaya/Sindo
Sabtu, 17 April 2021 12:43 WIB
Larangan pemerintah yang melarang mudik lebaran 2021 pada 6-17 Mei mendatang membuat pro dan kontra di masyarakat Indonesia.
Mudik Dilarang, Ini Curhatan Masyarakat Indonesia (FOTO:MNC Media)

IDXChannel – Larangan pemerintah yang melarang mudik lebaran 2021 pada 6-17 Mei mendatang membuat pro dan kontra di masyarakat Indonesia.

Banyak warga yang mendukung dengan kebijakan resmi dan pemerintah ini, begitupun sebaliknya kontra menolak larangan mudik ini banyak disuarakan bagi warga yang selama pandemi ini bertahan di Jakarta dan sekitarnya.

Seperti halnya pria yang bernama Muhammad Fendi (45) yang menolak dengan rencana kebijakan tersebut.

Menurut dia, sudah sejak dimulainya pandemic Covid-19 dia terpaksa tidak pulang ke kampung halamanya di Lampung dan tetap bertahan di Jakarta.”Untuk lebaran ini, saya ingin mudik, dari tahun kemarin saya tidak mudik” katanya.

Meski demikian, ayah tiga anak ini tetap akan pulang mudik kerumahnya sebelum larangan mudik diberlakukan oleh pemerintah. Kenekatan dirinya tersebut dipicu lantaran rasa rindu pegawai salah satu perusahaan swasta ini kepada anak dan istrinya. ”Mau gak mau, saya harus pulang kampung sebelum ada pelarangan,” jelasnya.

Berbeda dengan Fendi, warga lainya Totok (55) warga Gunung Kidul, Yogyakarta ini mendukung kebijakan pemerintah terkait larangan tersebut. Namun, pemerintah harus tegas dengan pelarangan mudik.

”Kalau mau adil, semua jalur tikus di tutup, agar tidak ada yang bisa mudik, kalau bisa diberikan sanksi tegas,” ujar pedagang mie ayam ini.
 
Sementara warga lainya yang bernama Maimunah (35) menilai larangan tersebut tidak berarti apa – apa bagi masyarakat Indonesia. Sebab, banyak orang yang sudah tidak tahan dan tidak akan peduli.

”Buat saya larangan itu memang tidak ngefek, mau bagaimanapun berjuta-juta orang udah nahan rindu, juga pasti tak peduli dan memilih mudik,” kata warga Solo ini.
(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD