AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Mulai Januari, 300 Sekolah di Bandung Bisa Tatap Muka dengan Kapasitas Penuh

ECONOMICS
Arif Budianto/Kontributor
Selasa, 30 November 2021 15:41 WIB
Dinas Pendidikan Kota Bandung memperkirakan 300 sekolah di Kota Bandung bisa menggelar pembelajaran tatap muka terbatas hingga 100 persen.
Dinas Pendidikan Kota Bandung memperkirakan 300 sekolah di Kota Bandung bisa menggelar pembelajaran tatap muka terbatas hingga 100 persen. (Foto: MNC Media)
Dinas Pendidikan Kota Bandung memperkirakan 300 sekolah di Kota Bandung bisa menggelar pembelajaran tatap muka terbatas hingga 100 persen. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung memperkirakan sekitar 300 sekolah di Kota Bandung bisa menggelar pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) hingga 100 persen siswa dalam setiap kelasnya pada Januari 2022. Hal itu seiring akan selesainya tahapan PTMT ratusan sekolah tersebut hingga Desember tahun ini.

"Kalau melihat panduan tentang PTMT, mestinya 300 sekolah yang sudah melalui tiga tahapan akan naik ke level selanjutnya yaitu diperkenankan siswa hingga 100 persen," kata Kasi Kurikulum Pengembangan Pendidikan SD Dinas Pendidikan Kota Bandung Jajang Hermawan pada acara Bandung Menjawab di Taman Dewi Sartika, Kota Bandung, Selasa (30/11/2021).

Saat ini, ratusan sekolah tersebut sedang menerapkan PTMT dengan kapasitas siswa sebanyak 50 persen dengan durasi belajar selama dua jam. Jika hingga akhir tahun, 300 sekolah tersebut tidak melakukan pelanggaran protokol kesehatan, mestinya mereka naik level menjadi 75 atau 100 persen siswa dalam satu rombongan belajar.

"Di Januari, jika prokes bagus, 300 sekolah levelnya akan naik menjadi 75 atau 100 persen siswa. Tapi tetap, pada pelaksanaanya nanti kami harus menunggu kebijakan pemerintah pusat," beber dia.

Tak hanya itu, sebanyak 1 1.677 sekolah juga akan naik level menjadi tahap 3, di mana mereka boleh menggelar PTMT dengan kapasitas siswa hingga 50 persen. Naik dari sebelumnya hanya 25 persen setiap rombongan belajar.

Dia meminta, masyarakat terus membantu pemerintah agar konsisten menjaga anak anaknya mematuhi protokol kesehatan. Berangkat dan pulang sekolah sesuai jadwal, tidak bergerombol, mengenakan masker, dan lainnya.

"Kami minta masyarakat ikut membantu kami, agar jaga prokes. Mari kerja sama semua pihak sehingga nanti proses belajar bisa semakin banyak secara jumlah dan durasinya. Sehingga program mencerdaskan anak bangsa bisa maksimal dan sekolah kembali normal," imbuh dia. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD