AALI
10100
ABBA
418
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1410
ACST
268
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1125
ADMF
7925
ADMG
234
ADRO
1745
AGAR
350
AGII
1570
AGRO
2000
AGRO-R
0
AGRS
226
AHAP
64
AIMS
515
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
945
AKRA
4690
AKSI
458
ALDO
735
ALKA
248
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
510.76
-1.06%
-5.46
IHSG
6625.70
-0.27%
-18.04
LQ45
961.32
-0.98%
-9.47
HSI
26132.03
0.02%
+5.10
N225
28600.41
-0.71%
-204.44
NYSE
0.00
-100%
-17083.15
Kurs
HKD/IDR 1,820
USD/IDR 14,160
Emas
819,389 / gram

Pemerintah akan Tindak Warga Positif Covid-19 yang Nekat Beraktivitas di Ruang Publik

ECONOMICS
Shifa Nurhaliza
Jum'at, 17 September 2021 14:20 WIB
Pemerintah menemukan ribuan masyarakat yang terjangkit positif Covid-19 masih melakukan aktivitas di ruang publik.
Pemerintah akan Tindak Warga Positif Covid-19 yang Nekat Beraktivitas di Ruang Publik. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Pemerintah menemukan ribuan masyarakat yang terjangkit positif Covid-19 masih melakukan aktivitas di ruang publik. Hal itu didapati berdasarkan data aplikasi PenduliLindungi.

Oleh sebab itu, Pemerintah mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran untuk menghindari aktivitas di ruang publik saat berstatus positif Covid-19 agar tidak membahayakan orang lain. Berdasarkan data aplikasi PeduliLindungi, tercatat ada 3.830 orang positif Covid-19 masih beraktivitas di tempat-tempat umum, seperti mal, pabrik, pusat perdagangan, transportasi publik, dan tempat wisata.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan bahwa pemerintah bekerja sama dengan Satgas Covid-19 di fasilitas publik dan Dinas Kesehatan tiap daerah segera untuk merujuk orang yang terjaring atau masuk ke kategori hitam agar segera dipindahkan ke fasilitas isolasi terpusat (isoter) terdekat.

“Pemerintah terus memantau dan menindak setiap individu yang terdeteksi sebagai kategori hitam atau bersatus positif Covid-19 dalam aplikasi PeduliLindungi tetapi masih mencoba beraktivitas di ruang publik,” ungkap Johnny G. Plate dalam keterangan resminya, Jumat (17/9/2021).

Menkominfo Johnny juga meminta para petugas yang berjaga di pintu masuk juga diminta memperketat pengawasan agar warga yang positif Covid-19 tidak lolos pemeriksaan. Di sisi lain masyarakat juga diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan tidak nekat bepergian apabila positif Covid-19 agar treatment penyembuhan pun berlangsung optimal.

“Aktivitas di luar ruangan jelas sangat beresiko membahayakan kesehatan orang lain. Pemerintah meminta masyarakat untuk ikut meningkatkan kesadaran dan bertanggung jawab dengan menghindari risiko penularan ke orang lain,” katanya.

Menurut Menkominfo, berbagai upaya ini dilakukan untuk menghindari lonjakan kasus Covid-19 yang pernah terjadi pada pertengahan Juni-Agustus 2021. Pada periode itu, peningkatan kasus bukan hanya disebabkan oleh penyebaran varian Delta, tetapi juga aktivitas sosial ekonomi yang tidak diimbangi dengan disiplin protokol kesehatan.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi juga kembali mengingatkan gelombang Covid-19 selanjutnya dapat terjadi. Apalagi saat ini muncul ancaman varian-varian baru yang mungkin masuk dari luar negeri atau justru muncul dari dalam negeri yang mempengaruhi tingkat penularan dan kemanjuran vaksin.

"Oleh karena itu, kita tidak boleh lengah. Pandemi belum usai, tetap patuhi protokol kesehatan dan tingkatkan cakupan vaksinasi kita," ujarnya. (CM - SNP)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD