AALI
12150
ABBA
186
ABDA
6250
ABMM
3020
ACES
980
ACST
158
ACST-R
0
ADES
5850
ADHI
685
ADMF
8050
ADMG
180
ADRO
3100
AGAR
330
AGII
1965
AGRO
915
AGRO-R
0
AGRS
125
AHAP
62
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
155
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
1020
AKSI
350
ALDO
895
ALKA
294
ALMI
290
ALTO
196
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
540.42
-0.53%
-2.85
IHSG
6883.67
-0.44%
-30.47
LQ45
1011.85
-0.4%
-4.08
HSI
20226.65
0.57%
+114.55
N225
26779.81
0.12%
+31.67
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
876,842 / gram

Pengusaha Ritel Prediksi Kunjungan ke Pusat Perbelanjaan Capai 80 Persen di 2022

ECONOMICS
Advenia Elisabeth/MPI
Minggu, 16 Januari 2022 15:43 WIB
Ketua (APPBI) Alphonzus Widjaja  kondisi usaha pada 2022 akan lebih baik dari tahun 2020 dan 2021, termasuk untuk kunjungan ke pusat perbelanjaan.
Pengusaha Ritel Prediksi Kunjungan ke Pusat Perbelanjaan Capai 80 Persen di 2022(Dok.MNC Media)
Pengusaha Ritel Prediksi Kunjungan ke Pusat Perbelanjaan Capai 80 Persen di 2022(Dok.MNC Media)

IDXChannel - Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja  kondisi usaha pada 2022 akan lebih baik dari tahun 2020 dan 2021.

"Diperkirakan kondisi usaha pusat perbelanjaan akan mulai berangsur pulih normal pada paruh kedua tahun 2022 ini sehingga rata - rata tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan pada tahun 2022 ini akan mencapai berkisar 70% - 80%," jelas Alphonzus.

Lanjut ia menerangkan, terkait tingkat kunjungan, pusat perbelanjaan mengalami terus mengalami tren kenaikan sejak pemerintah memberlakukan berbagai pelonggaran yang dimulai sejak awal Agustus 2021 lalu.

Alphonzus menyebut, rata - rata tingkat kunjungan pada tahun 2021 lalu adalah sekitar 60% yang mana adalah lebih tinggi dari rata - rata tingkat kunjungan pada tahun 2020 yang hanya sekitar 50% saja dibandingkan dengan sebelum pandemi.

Pengusaha ritel optimistis target usaha pada 2022 bakal tercapai meski diterpa varian baru Covid-19, Omicron. Pasalnya, mereka yakin bahwa Pemerintah dapat mengerahkan segala upaya untuk mengatasi varian baru dari Covid-19 ini.

"Sampai dengan saat ini penyebaran COVID - 19 varian Omicron masih belum berdampak secara signifikan terhadap kondisi usaha pusat perbelanjaan. Oleh karenanya sampai dengan saat ini Pusat Perbelanjaan masih belum melakukan revisi atas target usaha tahun 2022," ujar Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (16/1/2022).

Lanjut Alphonzus mengatakan, pusat perbelanjaan berharap Covid- 19 varian Omicron tidak berdampak terlalu berat terhadap kondisi usaha seperti pada saat Covid - 19 varian Delta.

Menurutnya, saat ini masyarakat Indonesia bersama dengan pemerintah sudah jauh lebih siap dalam menghadapi dan mitigasi penyebaran COVID - 19 varian Omicron.

Selain itu, tingkat vaksinasi relatif sudah cukup tinggi bahkan pemerintah menargetkan 70% dari populasi sudah divaksinasi pada bulan Maret / April 2022. 

"Vaksinasi Booster juga sudah dimulai sejak minggu ini. Kemudian BPOM juga memberikan izin penggunaan darurat atas obat Molnupiravir," terangnya. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD