AALI
9550
ABBA
238
ABDA
0
ABMM
2340
ACES
780
ACST
169
ACST-R
0
ADES
7075
ADHI
805
ADMF
8075
ADMG
175
ADRO
2930
AGAR
324
AGII
2070
AGRO
685
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
150
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1540
AKRA
1045
AKSI
294
ALDO
835
ALKA
294
ALMI
0
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/06/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.72
-0.54%
-2.89
IHSG
6963.44
-0.47%
-33.02
LQ45
1002.29
-0.53%
-5.35
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,835
Emas
867,540 / gram

Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi, Mendagri Gandeng KADIN

ECONOMICS
Raka Dwi Novianto
Jum'at, 24 Juni 2022 10:47 WIB
Mendagri menyampaikan, pandemi yang mulai melandai menjadi momentum untuk melakukan pemulihan.
Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi, Mendagri Gandeng KADIN (FOTO:MNC Media)
Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi, Mendagri Gandeng KADIN (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengajak Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) bersama Pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan dan energi

Menurut Tito, kunci utama untuk mewujudkan itu dengan menyediakan pangan yang cukup, mudah dijangkau oleh masyarakat, kualitas yang baik, dan layak dikonsumsi.

“Kita bisa bekerja sama pemerintah dan dunia usaha, terutama dunia usaha untuk memperkuat ketahanan pangan dan ketahanan energi kita,” kata Mendagri dalam dalam keterangannya, Jumat (24/6/2022).

Mendagri menyampaikan, pandemi yang mulai melandai menjadi momentum untuk melakukan pemulihan. Meskipun perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina memberikan dampak terhadap upaya pemulihan karena keduanya penghasil pangan dan energi. 

Mendagri mencontohkan ketika suatu negara mengalami krisis pangan dan energi sebagaimana yang terjadi di Sri Lanka, akan memberikan efek domino pada sektor lainnya, termasuk sektor keamanan karena terjadi demo di mana-mana yang berakhir pada krisis politik. 

“Negara lain juga sudah terjadi seperti di Pakistan dan bahkan kalau ini berlanjut ini akan berdampak luas termasuk di Indonesia karena banyak negara sudah mulai menutup produksi pangannya untuk ekspor. Nah kita harus berusaha agar krisis pangan energi akibat perang Ukraina dan Rusia ini dapat kita atasi juga sama seperti kita menangani pandemi,” terangnya.

Dia mengingatkan, Indonesia merupakan negara besar nomor empat di dunia dan memiliki letak yang strategis untuk memproduksi pangan. Mendagri menegaskan hal tersebut menjadi peluang, terlebih bagi anggota KADIN yang memiliki insting kewirausahaan, termasuk dalam hal produksi pangan seperti mengolah tanah yang kosong.

“Kalau teman-teman pengusaha (melihat) lahan kosong ini untuk udang, padi, gandum, banyak sekali. Nah di situlah kita minta pemerintah yang didominasi oleh birokrat ASN ini ya kita ngerti soal regulasi aturan, tapi kalau soal peluang lebih jagoan teman-teman pengusaha daripada kita. Di sinilah kita pada pengusaha untuk membantu memperkuat ketahanan pangan,” jelasnya.

Selain itu, Mendagri menegaskan KADIN memiliki peran yang sangat penting dalam perekonomian negara, yang sebagian besar produk domestik berasal dari swasta. Maka pentingnya memperkuat sektor swasta, ketika negara ingin melompat perekonomiannya.

“Tunjukkan dengan kinerja agar publik melihat bahwa KADIN itu bukan hanya sekadar nama, tapi KADIN memberikan manfaat untuk rakyat dan untuk bangsa,” tandas Mendagri.

(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD