AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Pertama Kali Sejak Pandemi, Indeks Konsumen Jepang Meningkat pada September 2021

ECONOMICS
Dinar Fitra Maghiszha
Jum'at, 22 Oktober 2021 10:17 WIB
Indeks harga konsumen / consumer price index (CPI) Jepang mengalami peningkatan pada September 2021.
Pertama Kali Sejak Pandemi, Indeks Konsumen Jepang Meningkat pada September 2021 (FOTO:MNC Media)
Pertama Kali Sejak Pandemi, Indeks Konsumen Jepang Meningkat pada September 2021 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Untuk pertama kalinya sejak pandemi Maret 2020, Indeks harga konsumen / consumer price index (CPI) Jepang mengalami peningkatan pada September 2021. 

Laporan data pemerintah menunjukkan indeks konsumen -tidak termasuk harga makanan segar, termasuk harga bahan bakar- menguat 0,1% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Kenaikan tersebut dipicu oleh meningkatnya biaya energi sebesar 7,4% yang merupakan penguatan terbesar selama tiga tahun terakhir. Sedangkan biaya bahan bakar juga melaju 16,5% pada September dari tahun sebelumnya. 

Makanan olahan dan aneka barang tahan lama juga mengalami kenaikan harga di tengah penurunan 44,8% biaya telekomunikasi karena pemangkasan biaya operator seluler. 

Analis memperkirakan laju inflasi konsumen dapat bergerak naik 1 persen dalam beberapa bulan mendatang sejalan dengan kenaikan harga minyak bumi baru-baru ini. 

"Pembukaan kembali perekonomian Jepang dapat mengangkat pengeluaran di bidang jasa dan mendorong kenaikan harga. Banyak rumah tangga Jepang cenderung beralhir ke barang-barang yang lebih murah." kata Kepala Ekonom Norinchukin Research Institute, Takeshi Minami, dilansir Reuters, Jumat (22/10/2021). 

Dengan dikeluarkannya data konsumen, maka ini dapat menjadi salah satu faktor bagi Bank of Japan untuk mempertimbangkan proyeksi pertumbuhan dan inflasi kuartalan. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD