AALI
9950
ABBA
298
ABDA
7000
ABMM
1375
ACES
1275
ACST
196
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
845
ADMF
7700
ADMG
190
ADRO
2290
AGAR
364
AGII
1440
AGRO
1335
AGRO-R
0
AGRS
161
AHAP
70
AIMS
364
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1110
AKRA
795
AKSI
805
ALDO
1365
ALKA
302
ALMI
290
ALTO
252
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.42
0.72%
+3.65
IHSG
6673.19
0.7%
+46.32
LQ45
950.37
0.75%
+7.03
HSI
24878.63
-0.3%
-73.72
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
16663.77
-0.92%
-155.21
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
849,207 / gram

Polisi Segel Enam Lokasi Pengolahan Kayu Ilegal di Jambi

ECONOMICS
Azhari Sultan/Kontri
Rabu, 01 Desember 2021 15:32 WIB
Enam tempat pengolahan kayu (sarkel) yang berada di kawasan Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi Jambi disegel polisi.
Enam tempat pengolahan kayu (sarkel) yang berada di kawasan Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi Jambi disegel polisi. (Foto: MNc Media)
Enam tempat pengolahan kayu (sarkel) yang berada di kawasan Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi Jambi disegel polisi. (Foto: MNc Media)

IDXChannel - Enam tempat pengolahan kayu (sarkel) yang berada di kawasan Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi Jambi disegel polisi. Pasalnya, dalam pengolahan kayu, pemilik belum bisa menunjukkan ijin.

Kasi Humas Polres Muarojambi, Jambi, AKP Amradi mengatakan, terungkapnya kasus tersebut setelah petugas mendapatkan informasi dari masyarakat.

Selanjutnya, petugas dari Polsek Sungai Gelam langsung melakukan penyelidikan. Benar saja, dari hasil TKP ditemukan 6 lokasi pengolahan kayu tanpa ijin.

Tidak hanya itu, kegiatan yang dipimpin langsung Kapolsek Sungai Gelam Ipda Yohanes Candra bersama personil langsung melakukan penyegelan dengan memberi garis polisi.

"Polsek Sungai Gelam langsung memberi garis polisi pada enam tempat lokasi pengolahan kayu yang diduga tanpa izin tersebut," tegas Amradi, Rabu (1/12/2021).

Dia menambahkan, ada enam tempat pengolahan kayu ilegal yang ditemukan petugas. "Pemilik tempat pengolahan kayu belum bisa menunjukkan izin. Jadi kegiatan pengolahan kayu tersebut diberhentikan dan diberi garis polisi," ujarnya.

Keenam tempat lokasi pengolahan kayu ilegal tersebut berada di lokasi berbeda. Di antaranya, yaitu dua unit Sarkel milik A di RT 10 Desa Tangkit, M di RT 21 Desa Kebon IX, K di RT 01, E di RT 10 Desa Tangkit, P di RT 04 Desa Sungai Gelam dan S di RT 20 Desa Tangkit.

Untuk kepentingan penyelidikan selanjutnya, Polsek Sungai Gelam telah mengirim surat dan memanggil para pemilik tempat pengolahan kayu.

"Pemilik pengolahan kayu yang diduga tanpa ijin dipanggil ke Polsek untuk dimintai keterangan lebih lanjut," imbuh Amradi. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD