AALI
9975
ABBA
288
ABDA
7200
ABMM
1395
ACES
1370
ACST
202
ACST-R
0
ADES
3660
ADHI
890
ADMF
7600
ADMG
197
ADRO
2270
AGAR
350
AGII
1435
AGRO
1510
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
72
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
825
AKSI
795
ALDO
1320
ALKA
384
ALMI
294
ALTO
238
Market Watch
Last updated : 2022/01/14 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.74
0.24%
+1.24
IHSG
6693.40
0.53%
+35.05
LQ45
952.95
0.25%
+2.36
HSI
24383.32
-0.19%
-46.45
N225
28124.28
-1.28%
-364.85
NYSE
0.00
-100%
-17166.28
Kurs
HKD/IDR 1,832
USD/IDR 14,293
Emas
840,167 / gram

Pura-pura Dirampok, PNS di Musi Banyuasin Pakai Dana Bansos untuk Foya-foya

ECONOMICS
Rista Rama Dhany
Kamis, 30 September 2021 18:45 WIB
Kepala Desa Talang Buluh, Kecamatan Batang Hari Leko, Musi Banyuasin, Emildo alias Emil (46), ditangkap polisi karena memakai dana bansos untuk berfoya-foya.
Pura-pura Dirampok, PNS di Musi Banyuasin Pakai Dana Bansos untuk Foya-foya (FOTO: Ilustrasi/MNC Media)
Pura-pura Dirampok, PNS di Musi Banyuasin Pakai Dana Bansos untuk Foya-foya (FOTO: Ilustrasi/MNC Media)

IDXChannel - Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menjabat sebagai Kepala Desa Talang Buluh, Kecamatan Batang Hari Leko, Musi Banyuasin (Muba), Emildo alias Emil (46), ditangkap polisi karena memakai dana bansos untuk berfoya-foya.


Kapolres Muba, AKBP Alamsyah Pelupessy, melalui Kasat Reskrim AKP Ali Rojikin,  mengatakan kasus penyewengan bansos atau BLT bagi warga terdampak pandemi COVID-19 ini bermula dari laporan palsu yang dibuat oleh tersangka Emildo pada Kamis (23/9/2021).


Tersangka Emildo mengaku telah menjadi korban perampokan oleh dua orang yang tidak dikenal. Dimana saat kejadian itu ia sedang membawa uang Rp 38,7 juta untuk bantuan langsung tunai (BLT).


"Emil ini mengaku sepeda mortor yang dikendarainya dihentikan oleh dua orang tidak dikenal. Ia juga ditodong dengan senjata api rakitan dan para perampok membawa kabur uang tersebut," katanya, Kamis (30/9/2021).


Setelah melakukan penyelidikan, petugas mendapati adanya kejanggalan dalam laporan Emil, dan terungkaplah jika yang bersangkutan merekayasa peristiwa perampokan itu dan membuat laporan palsu ke polisi.


"Emil sendiri megakui telah membuat laporan palsu karena terdesak kebutuhan sehari-hari," katanya.


Sebagai Pj Kades Desa Talang Buluh, Emil juga menggunakan uang bansos itu untuk menutupi dana pelatihan peningkatan kapasitas aparatur desa yang telah dihabiskannya untuk berfoya-foya.  (Era Neizma Wedya)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD