AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

RI Kurangi Emisi Karbon 69,47 Juta Ton, Lampaui Target

ECONOMICS
Oktiani Endarwati
Sabtu, 23 Oktober 2021 18:46 WIB
Pemerintah berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dengan terus melakukan migrasi penggunaan energi.
RI Kurangi Emisi Karbon 69,47 Juta Ton, Lampaui Target (FOTO: MNC Media)
RI Kurangi Emisi Karbon 69,47 Juta Ton, Lampaui Target (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dengan terus melakukan migrasi penggunaan energi. Tercatat hingga kuartal III-2021, Indonesia telah mengurangi 69,47 juta ton CO2e dari target tahun 2021 sebesar 67 juta ton CO2e. 

Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, aksi mitigasi yang menyumbang reduksi emisi paling besar antara lain implementasi EBT, aplikasi efisiensi energi dan penerapan bahan bakar rendah karbon (gas alam). 

"Subsektor EBTKE memberikan kontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca dengan target 67 juta ton. Realisasinya 69,74 juta ton. Jadi ini sudah memenuhi target 2021," ujarnya dalam konferensi pers dikutip, Sabtu (23/10/2021).

Sementara realisasi kapasitas pembangkit listrik energi baru terbarukan (EBT) hingga triwulan III/2021 mencapai 386 Megawatt (MW). Tambahan pembangkit EBT diantaranya dari PLTA Poso Peaker 2nd Expansion Unit 1 dan 2 sebesar 130 MW, 12 unit PLTM sebesar 71,26 MW, 55 MW dari 2 unit PLTP, PLT Bioenergi 19,5 MW, tambahan dari PLTS Atap 17,88 MW.

Dadan menguraikan bahwa pada kuartal III ini, khusus PLTS Atap, pelanggan telah meningkat menjadi 4.262 pelanggan, dengan total kapasitas 39, 28MWp. "Pelanggan PLTS Atap semakin bertambah, tersebar dari Aceh hingga Papua, hal ini menandakan program ini disambut baik masyarakat," ujar Dadan.

Tambahan kapasitas pembangkit listrik EBT, prognosa hingga Desember 2021, akan bertambah dari PLT Biomassa (dari limbah cair sawit) berkapasitas 10 MW berlokasi di Jawa Timur, yang ditargetkan akan COD (Commercial Operation Date) tahun ini. Juga akan ada penambahan 2 unit PLTP, yaitu PLTP Rantau Dedap dan PLTP Sokoria, berkapasitas total 91 MW, yang kemajuan pembangunannya sudah mencapai 90 persen. Juga penambahan dari PLTS/PLTS Atap sebesar 27,54 MW dan PLTA dengan kapasitas 200 MW. Untuk skala kecil menengah, akan bertambah dari 13 PLTM dengan total kapasitas 395,57 MW.

Adapun capaian tingkat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di subsektor EBTKE hingga kuartal III/2021, untuk PLTS realisasinya mencapai 47 persen dari target terpasang 40 persen. Kemudian PLTB realisasinya baru 29 persen dari target 40 persen, PLTA realisasinya mencapai 80,8 persen dari target 70 persen, dan PLTP mencapai 38,25 persen dari target 35 persen. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD