AALI
11250
ABBA
74
ABDA
6500
ABMM
750
ACES
1525
ACST
380
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1385
ADMF
8525
ADMG
177
ADRO
1180
AGAR
412
AGII
1360
AGRO
1355
AGRO-R
0
AGRS
358
AHAP
62
AIMS
138
AIMS-W
0
AISA
310
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
494
AKRA
3370
AKSI
735
ALDO
450
ALKA
232
ALMI
262
ALTO
344
Market Watch
Last updated : 2021/02/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
503.52
-0.74%
-3.78
IHSG
6241.80
-0.76%
-47.85
LQ45
944.75
-0.82%
-7.79
HSI
28980.21
-3.64%
-1093.96
N225
28966.01
-3.99%
-1202.26
NYSE
0.00
-100%
-15539.42
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,262
Emas
808,747 / gram

Saat Jokowi Marah dengan Batalnya Investor Asing ke Indonesia

ECONOMICS
Rista Rama Dhany
Jum'at, 19 Februari 2021 15:57 WIB
Batalnya Tesla Inc investasi di Indonesia menambah daftar panjang investor asing yang lebih tertarik menamamkan modalnya ke negara lain.
Saat Jokowi Marah dengan Batalnya Investor Asing ke Indonesia (FOTO: MNC Media)

IDXChannel -  Batalnya Tesla Inc investasi di Indonesia menambah daftar panjang investor asing yang lebih tertarik menamamkan modalnya ke negara lain. Bila mengingat pada 2019 lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) terang-terangan kecewa ketika mengetahui 33 investor yang keluar dari China tapi tidak memilih Indonesia sebagai tempat relokasi pabriknya.

Ketika itu Jokowi mengeluhkan tak adanya perusahaan asing yang mau berinvestasi Indonesia. Puluhan perusahaan luar negeri itu lebih memilih negara lain untuk menanamkan modalnya karena rumitnya regulasi di Tanah Air.

"Investor-investor yang kita temui, juga dari catatan yang kemarin disampaikan Bank Dunia kepada kita, kemarin sudah saya sampaikan tapi saya ulang lagi. Di 2 bulan yang lalu ada 33 perusahaan di Tiongkok keluar, 23 memilih di Vietnam. Kemudian 10 lainnya perginya ke Malaysia, Thailand dan Kamboja. Enggak ada yang ke kita," ujar Jokowi dalam mengawali pengantarnya saat ratas 'Antisipasi Perkembangan Perekonomian Dunia' di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (4/9/2019).

Bahkan, Kepala Negara sampai dua kali mengingatkan 'kaburnya' perusahaan asal China itu untuk berinvestasi ke negara ASEAN lainnya.

"Saya ulang, 23 ke Vietnam, 10 ke Kamboja, Thailand, Malaysia. Tidak ada yang ke Indonesia. Tolong ini digarisbawahi, hati-hati berarti kita punya persoalan yang harus kita selesaikan," tegasnya.

Jokowi pun memaparkan alasan perusahaan asing itu lebih memilih Vietnam. Pasalnya, kata dia, hanya membutuhkan dua bulan mengurus perizinan di Vietnam.

"Kita bisa bertahun-tahun. Penyebabnya hanya itu enggak ada yang lain. Oleh sebab itu saya suruh kumpulkan regulasi-regulasinya itu. Larinya ke sana semua," tutur Jokowi.

Jokowi pun mencontohkan saat perusahaan Jepang juga keluar dari Indonesia pada 2017 silam. Kala itu, terdapat 73 perusahaan yang ingin berinvestasi di Indonesia.

"43 ke Vietnam, 11 ke Thailand, dan Filipina dan baru yang berikutnya 10 ke Indonesia," imbuhnya.

Jokowi menilai, persoalan internal mengakibatkan Indonesia gagal bersaing dengan negara lainnya. Padahal, investasi jangka panjang merupakan kunci memenangkan persaingan dalam perlambatan ekonomi global.

"Dan kemungkinan kita bisa memayungi kita dari kemungkinan resesi global yang semakin besar juga ada di situ," paparnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD