AALI
9450
ABBA
278
ABDA
6050
ABMM
2490
ACES
720
ACST
174
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
755
ADMF
8150
ADMG
174
ADRO
3150
AGAR
312
AGII
2340
AGRO
840
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
95
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1530
AKRA
1215
AKSI
268
ALDO
750
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.41
1.11%
+5.93
IHSG
7160.39
1.05%
+74.15
LQ45
1018.33
1.04%
+10.53
HSI
20082.43
2.41%
+471.59
N225
0.00
-100%
-27999.96
NYSE
0.00
-100%
-15264.79
Kurs
HKD/IDR 160
USD/IDR 14,765
Emas
848,754 / gram

Sejak 2016 hingga 2021, APTRI Sebut Petani Gula Banyak Merugi

ECONOMICS
Ikhsan PSP
Senin, 27 Juni 2022 14:15 WIB
APTRI mengatakan sepanjang tahun 2016 sampai dengan tahun 2021 pendapatan petani tebu tidaklah menjanjikan.
APTRI mengatakan sepanjang tahun 2016 sampai dengan tahun 2021 pendapatan petani tebu tidaklah menjanjikan.
APTRI mengatakan sepanjang tahun 2016 sampai dengan tahun 2021 pendapatan petani tebu tidaklah menjanjikan.

IDXChannel - Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Soemitro Samadikoen mengatakan sepanjang tahun 2016 sampai dengan tahun 2021 pendapatan petani tebu tidaklah menjanjikan, bahkan petani banyak yang mengalami kerugian.

"Kalau di tingkat petani banyak petani mengalami kerugian, karena tidak menariknya komoditas ini dalam sisi keuntungan di tingkat akhir," kata Soemitro dalam program Market Review di IDX Channel, Senin (27/6/2022).

Ia mengungkapkan kalau petani sudah berusaha untuk menekan biaya produksi, namun ternyata tidak berpengaruh banyak.

"Kita ketahui juga dalam tingkat harga patokan petani (HPP), ini pemerintah menetapkan terus, dimulai tahun 2016 sampai dengan 2021 kemarin HPP nya ini kan Rp 9.100 dan tidak mengalami kenaikan dan ini mendorong petani menjadikan petani ini dorongan gairah tidak begitu tinggi," jelasnya.

Ia menambahkan, pada tahun 2020, harga jual gula ditetapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sebesar Rp11.200, namun pada 2021 pemerintah menyepakati harga jual gula melalui Kementerian Perdagangan di harga Rp10.500. Ia menjelaskan saat itu komoditas yang lain sedang mengalami kenaikan, namun untuk gula malah mengalami penurunan.

"Pada tahun 2021 melalui Kementerian Perdagangan, harga gula kita ini diamankan Rp10.500, turun coba, komoditas yang lain naik, kita turun. Itupun dengan Rp10.500 itu juga tidak seluruhnya bisa dibeli oleh para importir yang diberi tugas, bahkan lelang kita kalau produk 2020 kita hanya laku Rp10.600, tahun 2021 itu rata-rata kita lelang gula ini Rp10.250," ujarnya.

Menurutnya hal ini menjadikan hasil yang diterima oleh petani menjadi kurang sehingga membuat gairah untuk menanam dan memelihara tanaman di tahun berikutnya menjadi tidak maksimal. 

(NDA) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD