AALI
8050
ABBA
222
ABDA
0
ABMM
805
ACES
1340
ACST
222
ACST-R
0
ADES
1825
ADHI
865
ADMF
8100
ADMG
154
ADRO
1290
AGAR
404
AGII
1190
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
300
AHAP
65
AIMS
374
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3130
AKSI
476
ALDO
735
ALKA
234
ALMI
242
ALTO
374
Market Watch
Last updated : 2021/06/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
462.88
0.99%
+4.52
IHSG
6087.84
1.53%
+91.59
LQ45
868.47
1.11%
+9.54
HSI
28309.76
-0.63%
-179.24
N225
28884.13
3.12%
+873.20
NYSE
16411.98
1.66%
+268.03
Kurs
HKD/IDR 1,852
USD/IDR 14,400
Emas
823,703 / gram

Soroti Kesenjangan Distribusi Vaksin, Jokowi: 75 Persen Ada di 10 Negara Maju

ECONOMICS
Fahreza Rizky/Okezone
Jum'at, 11 Juni 2021 14:57 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti kesenjangan distribusi vaksin Covid-19 di seluruh dunia.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti kesenjangan distribusi vaksin Covid-19 di seluruh dunia.

IDXChannel - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti kesenjangan distribusi vaksin Covid-19 di seluruh dunia. Seluruh pihak harus terus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona.

"Kesenjangan distribusi dan vaksinasi Covid-19 di seluruh dunia masih sangat besar. Dari 2,2 miliar dosis vaksin yang telah disuntikkan, 75% berada di 10 negara maju dan hanya 0,4 persen di negara-negara berpenghasilan rendah," katanya dikutip dari akun Twitternya @jokowi, Jumat (11/6/2021).

Jokowi mengatakan, pandemi Covid-19 masih jauh dari selesai. Hingga saat ini, hampir 175 juta orang di seluruh dunia telah terinfeksi dan lebih 3,7 juta meninggal.

"Kita masih harus waspada dan bekerja keras mengatasi pandemi ini, termasuk melalui vaksinasi dan pelaksanaan protokol kesehatan," ucapnya.

Pemerintah, kata Jokowi, telah mendatangkan 93,7 juta dosis vaksin Covid-19 ke Tanah Air. Oleh sebab itu, semua pihak harus bekerja keras untuk bisa lolos dari musibah pandemi ini.

"Indonesia telah mendatangkan 93,7 juta dosis vaksin dari Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm. Ketiga jenis vaksin ini telah masuk ke dalam emergency use listing oleh WHO. Kita semua masih harus bekerja keras mengakhiri pandemi ini. Setiap kita menjadi bagian dari solusi," pungkasnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD